Pencarian

Anggota Kongres AS Minta Sanksi untuk Perusahaan Hacker Bayaran India

Rabu, 09 September 2026 • 20:37:01 WIB
Anggota Kongres AS Minta Sanksi untuk Perusahaan Hacker Bayaran India
Anggota Kongres AS meminta Kementerian Perdagangan memasukkan tiga perusahaan peretasan bayaran India ke dalam daftar entitas yang dilarang bertransaksi dengan bisnis Amerika.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Langkah ini menyusul temuan bahwa ketiga perusahaan tersebut disebut telah menjalankan operasi peretasan dan spionase terarah terhadap warga Amerika selama lebih dari satu dekade. Data ribuan warga AS disebut telah dicuri untuk kepentingan memanipulasi jalannya proses pengadilan.

Apa yang Diminta Anggota Kongres?

Dalam surat yang dikirim Rabu (19/2) kepada Menteri Perdagangan Howard Lutnick, Senator Ron Wyden (Demokrat-Oregon), Senator Sheldon Whitehouse (Demokrat-Rhode Island), dan Anggota Kongres Pat Harrigan (Republik-North Carolina) meminta ketiga perusahaan itu masuk dalam "entity list". Daftar ini secara efektif melarang bisnis AS bertransaksi dengan entitas yang disebutkan, termasuk membatasi akses ke lisensi perangkat lunak dan infrastruktur cloud yang mereka butuhkan untuk beroperasi.

Surat tersebut juga menyebut perusahaan-perusahaan ini menjalankan "kampanye sensor agresif" untuk menekan publikasi informasi tentang aktivitas mereka. Para senator dan anggota kongres menilai praktik ini melemahkan hak konstitusional warga negara AS.

Siapa BellTroX, CyberRoot, dan Appin?

BellTroX dan CyberRoot sebelumnya telah didokumentasikan oleh The New Yorker dan Citizen Lab melakukan aktivitas spionase digital. Sementara Sunkissed Organic Farms adalah nama baru dari perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Appin, yang sudah lama dikaitkan dengan industri peretasan bayaran.

Appin sendiri pernah menjadi sorotan setelah mendapatkan perintah pengadilan global dari pengadilan India yang memaksa Reuters menurunkan laporan investigasinya tentang perusahaan tersebut. Perintah itu kemudian dicabut setelah proses banding, dan laporan Reuters kembali diterbitkan.

Electronic Frontier Foundation (EFF), organisasi hak digital, sebelumnya juga membela Techdirt dan MuckRock Foundation dari ancaman hukum yang diajukan Appin. EFF menyebut Appin melakukan "kampanye bullying dan sensor untuk menghapus pemberitaan" tentang keterlibatan perusahaan itu dalam peretasan bayaran.

Kaitan dengan Pemerintah Qatar

Surat dari para anggota Kongres menyebut perusahaan-perusahaan hacker ini "beroperasi atas perintah pemerintah Qatar" dan target mereka termasuk seorang mantan anggota Kongres senior dari Partai Republik. Appin sebelumnya juga dikaitkan dengan serangan siber terhadap pejabat FIFA yang diduga diarahkan Qatar sebagai bagian dari upaya mengamankan rencana menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Apa Dampaknya bagi Industri Hack-for-Hire?

Belum jelas apakah Kementerian Perdagangan AS akan menyetujui permintaan ini. Juru bicara departemen tersebut belum memberikan tanggapan atas pertanyaan TechCrunch. Perwakilan pemerintah Qatar di Washington D.C. juga belum berkomentar, sementara email yang dikirim ke direktur Sunkissed Organic Farms, Anuj Khare, tidak dijawab.

Jika disetujui, sanksi ini akan menjadi pukulan signifikan bagi industri hack-for-hire yang selama ini beroperasi dengan memanfaatkan celah hukum lintas negara. Perusahaan yang masuk entity list akan kesulitan mengakses teknologi dan layanan penting buatan AS untuk menjalankan operasinya.

Langkah ini juga memperkuat sinyal bahwa pemerintah AS mulai serius menindak aktor siber bayaran yang menargetkan warga dan kepentingan Amerika, setelah bertahun-tahun investigasi jurnalistik mengungkap praktik mereka.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks