BANGKA BELITUNG — Rencana pengakhiran operasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran masih menjadi bahan pembahasan internal di Gedung Putih. Namun, ketidakpastian ini berimplikasi langsung pada stabilitas kawasan dan perekonomian global, termasuk harga energi yang berdampak pada Indonesia. Pertimbangan Politik dan Militer di Balik Wacana Gencatan Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip Rabu (2/9), Trump mendukung gagasan untuk mengakhiri konflik. Kendati demikian, ia meyakini tekanan ekonomi yang masif dapat membuat Pemerintah Iran menghentikan program nuklirnya atau justru "ambruk dengan sendirinya". Para penasihat Trump telah memperingatkan bahwa eskalasi lanjutan dapat mengancam peluang Partai Republik pada pemilu paruh waktu November mendatang. Namun, faktor elektoral tersebut disebut tidak memengaruhi pengambilan keputusannya terkait perang. Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth secara diam-diam memperpanjang pengerahan personel militer di Timur Tengah. Langkah ini memunculkan kemungkinan konflik berlanjut hingga tahun depan. Tanpa batas waktu misi yang jelas, Trump dinilai memiliki ruang untuk mengambil langkah militer lebih lanjut.
Konflik AS-Iran Masih Berlanjut, Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer: Begini Dampaknya ke Harga Minyak dan Warga
Jumat, 04 September 2026 • 14:47:31 WIB
Follow belitungterkini.com
Add this site to your preferred sources on Google
Add to preferred sources
Bagikan
Sumber:
babel.antaranews.com
This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Berita Lainnya
IndeksBerita Terkini
Indeks