KOBA — Dari total 210 kejadian bencana yang tercatat di Bangka Tengah selama delapan bulan pertama tahun 2026, karhutla mendominasi dengan kontribusi mencapai 79 persen. Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Bangka Tengah menunjukkan kebakaran lahan ini jauh melampaui jenis bencana lainnya seperti angin kencang yang hanya terjadi 20 kali dan banjir sebanyak 11 kejadian.
Kepala BPBD Bangka Tengah Yudhi Sabara mengatakan pihaknya terus memantau wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi. Penanganan dilakukan bersama instansi terkait untuk mencegah api meluas ke area permukiman maupun lahan produktif warga.
Karhutla Mendominasi 79 Persen Bencana di Bangka Tengah
Sepanjang periode 1 Januari hingga 5 September 2026, BPBD Bangka Tengah mencatat 210 kejadian bencana yang berdampak pada 790 orang dan 255 rumah di enam kecamatan. Selain karhutla yang mencapai 166 kejadian, bencana lain yang terekam meliputi tiga kebakaran rumah, tiga kejadian kekeringan, dan dua banjir rob.
"Karhutla menjadi bencana yang paling banyak terjadi selama periode tersebut, terutama karena kondisi cuaca kemarau yang menyebabkan lahan dan vegetasi menjadi kering," kata Yudhi di Koba, Senin.
Kejadian lainnya yang turut tercatat dalam data Pusdalops adalah dua kecelakaan mobil, dua kecelakaan kapal, satu pohon tumbang, dan satu kejadian warga tersambar petir.
Warga Diimbau Tidak Membakar Lahan Saat Kemarau
Yudhi menegaskan pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan aparat saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Imbauan keras disampaikan agar warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.
"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan karena kondisi cuaca dan vegetasi yang kering dapat menyebabkan api cepat meluas," ujarnya.
Imbauan ini dinilai krusial mengingat sebagian besar lahan di Bangka Tengah merupakan area gambut dan semak belukar yang mudah terbakar saat musim kemarau. Jika api sudah membesar, upaya pemadaman akan jauh lebih sulit dilakukan tim gabungan di lapangan.
BPBD bersama instansi terkait disebutkan terus melakukan sosialisasi pencegahan karhutla ke desa-desa yang masuk kategori rawan kebakaran. Langkah ini diambil agar dampak lahan terbakar tidak semakin meluas hingga akhir musim kemarau.