TANJUNGPANDAN — Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani, menyatakan keyakinannya bahwa penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembelian timah rakyat akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung. Kebijakan ini dinilai menjadi payung hukum yang selama ini dinantikan para penambang untuk memasarkan bijih timah hasil produksinya.
"Saya berkeyakinan penerbitan Perpres akan mempercepat meningkatkan masyarakat di Bangka Belitung," kata Vina di Tanjungpandan, Sabtu.
Kepastian Hukum bagi Penambang
Vina menjelaskan, selama ini masyarakat kerap menemui kendala saat hendak menjual bijih timah karena belum adanya aturan yang jelas. Dengan hadirnya Perpres tersebut, aktivitas jual beli hasil tambang yang dikerjakan masyarakat kini memiliki landasan hukum yang lebih kuat.
"Dengan Perpres itu akan memudahkan masyarakat menjual bijih timah yang selama ini mengalami kendala penjualan karena belum ada aturan yang jelas," ujarnya.
Porsi Suplai Hingga 20 Persen Kebutuhan Dunia
Menurut Vina, posisi strategis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam peta industri global tidak bisa diabaikan. Wilayah ini menyuplai sekitar 20 persen dari total kebutuhan timah dunia, sehingga pemerintah pusat dinilai perlu memberikan perhatian ekstra terhadap keberlanjutan sektor ini.
Vina juga menyoroti kinerja PT Timah yang mencatatkan pertumbuhan positif, termasuk kenaikan keuntungan perusahaan hingga sembilan kali lipat serta lonjakan valuasi perusahaan mencapai 280 persen. Capaian ini dinilai perlu diimbangi dengan kesejahteraan masyarakat di tingkat hulu.
Imbauan agar Aktivitas Tambang Patuh Aturan
Meski menyambut baik kebijakan tersebut, Vina mengingatkan para penambang untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku dalam setiap aktivitas penambangan bijih timah. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci agar manfaat ekonomi dari Perpres ini dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Bupati Belitung Djoni Alamsyah juga menyebut sektor pertambangan timah masih memiliki dampak strategis dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mencatat, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Belitung saat ini sudah mencapai 4,59 persen, dan Presiden menargetkan angka tersebut bisa naik hingga lima koma sekian persen.