PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 3,51 persen pada Triwulan II-2026. Capaian ini menjadikan sektor tersebut sebagai penggerak ekonomi terbesar kedua setelah industri pengolahan.
Kontribusi sektor ini mencapai 19,85 persen terhadap total perekonomian daerah, atau hampir seperlima dari seluruh aktivitas ekonomi di Bangka Belitung.
Data tersebut dirilis BPS dalam Rilis Berita Resmi Statistik pada 5 Agustus 2026. Rilis itu juga memuat perkembangan ekonomi daerah, tingkat kemiskinan, ketimpangan pengeluaran penduduk, hingga kondisi ketenagakerjaan.
Ekspor Perikanan dan Produksi Sawit Mendorong Pertumbuhan
Pertumbuhan sektor ini tidak lepas dari kinerja subsektor perikanan dan perkebunan. BPS menyebutkan produksi perikanan meningkat, ekspor produk perikanan bertambah, dan produksi kelapa sawit naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Bangka Belitung, Intan Rahayu, S.Si., M.T., menghadiri langsung kegiatan rilis tersebut. Kehadirannya menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap data statistik sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Data BPS Jadi Modal Modernisasi Pertanian
BRMP Kepulauan Bangka Belitung menilai data ini menjadi penyemangat bagi petani sekaligus landasan penting untuk modernisasi pertanian. Peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani menjadi prioritas yang diusung dalam merespons tren pertumbuhan positif ini.
Melalui sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, sektor pertanian di Bangka Belitung diupayakan memberi manfaat lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Hingga saat ini, sektor perkebunan kelapa sawit masih menjadi andalan utama di sejumlah kabupaten seperti Belitung Timur, Bangka Tengah, dan Bangka Selatan. Sementara subsektor perikanan tangkap dan budidaya juga terus menunjukkan ekspansi, terutama di kawasan pesisir.