Pada babak pertama, All Star Beruas yang diperkuat Iswadi di bawah mistar unggul 2-0. BOS FC yang bermain dengan kostum putih mengandalkan passing pendek, namun lini tengah yang diisi Yuli, Mulkan, dan Pak Im belum mampu mengubah ritme permainan.
Memasuki babak kedua, pelatih BOS FC melakukan perombakan besar-besaran. Mario mencetak gol pertama untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Tak berselang lama, Riko menyamakan kedudukan 2-2.
Pada babak ketiga, Gani melepaskan tembakan kaki kiri yang membawa BOS FC unggul 3-2. Mario kemudian menutup kemenangan dengan gol keempat di akhir babak. Skor akhir 4-2 untuk tuan rumah.
Semangat Persaudaraan di Usia Senja
All Star Beruas tetap tampil ngotot sepanjang laga meski akhirnya kalah. Dukungan penonton setia menjadi energi tambahan bagi tim tamu. Iswadi menyebut pertandingan ini merupakan penutup rangkaian fun football U-45 yang telah mereka jalani di Belitung.
“Kalah atau menang bagi kami bukan menjadi beban, kita pengen kebersamaan, kita ke Belitung punya banyak teman maunya kita,” ujar Iswadi.
H. M Hatta: Sepak Bola Veteran, Kombinasi Pengalaman dan Strategi
H. M Hatta menambahkan bahwa sepak bola bukan sekadar memenangkan laga, tetapi juga menguatkan semangat persahabatan. “Dengan usia para pemain yang sudah di atas 40 tahun, pertandingan ini menawarkan kombinasi antara pengalaman, kecerdasan, dan kemampuan para pemain veteran,” katanya.
Fun Football Exhibition U-45 ini diharapkan menjadi ajang yang mempersatukan para mantan bintang lapangan di Bangka Belitung, tanpa memandang hasil akhir.