PANGKALPINANG — DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggencarkan pembentukan kawasan ramah anak di sekolah-sekolah sebagai upaya mencegah kekerasan terhadap anak. Program ini tidak hanya menyasar institusi pendidikan, tetapi juga seluruh instansi dan kawasan keramaian di provinsi tersebut.
Plt Kepala DP3ACSKB Kepulauan Babel Megawati Soeroso menyatakan pihaknya telah mengintensifkan sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menyasar tujuh kabupaten dan kota, yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur.
"Kita sudah melaksanakan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap ini ke sekolah-sekolah di beberapa kabupaten kota dan ini akan terus ditingkatkan, agar tidak ada lagi anak-anak yang mengalami kekerasan baik fisik, mental dan psikologisnya," kata Megawati saat menghadiri Upacara Hari Anak Nasional di SMKN 1 Pangkalpinang, Kamis.
SMKN 1 Pangkalpinang Jadi Contoh Kawasan Ramah Anak
Salah satu sekolah yang dijadikan contoh kawasan ramah anak adalah SMKN 1 Pangkalpinang. Sekolah ini dinilai telah memenuhi sejumlah kriteria sebagai lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Menurut Megawati, peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" menjadi momentum penting. Ia menekankan bahwa HAN bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat bagi semua pihak untuk memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada setiap anak.
"Semua masalah kekerasan yang dialami anak ini harus segera ditangani secara cepat dan pelakunya harus diberikan sanksi pidana sesuai aturan yang berlaku, agar para pelaku ini jera dan tidak mengulangi perbuatannya," ujarnya.
Target: Lingkungan Bebas Kekerasan bagi Anak
DP3ACSKB Babel berharap seluruh elemen masyarakat turut serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan bagi anak. Sosialisasi ke sekolah-sekolah di berbagai kabupaten dan kota akan terus ditingkatkan.
"Pembentukan ramah anak tidak hanya di sekolah, tetapi seluruh lingkup instansi dan kawasan keramaian," kata Megawati saat ditemui di acara tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman kekerasan yang dapat merusak masa depan mereka.