Pencarian

145 Guru dan Orang Tua di Bangka Belitung Ikuti Seminar ABK PT TIMAH, Tahun Ini Ada Terapi Online Gratis

Jumat, 24 Juli 2026 • 10:39:01 WIB
145 Guru dan Orang Tua di Bangka Belitung Ikuti Seminar ABK PT TIMAH, Tahun Ini Ada Terapi Online Gratis
guru dan orang tua di Bangka Belitung mengikuti seminar anak berkebutuhan khusus yang digelar PT TIMAH.

PANGKALPINANG — Seminar bertajuk ‘Dari Terapi ke Kemandirian Belajar’ ini menghadirkan dua narasumber: dr Rahmadi Iwan Guntoro, Sp.P yang merupakan orang tua dari anak berkebutuhan khusus, dan Iin Indriyani, konsultan dari Rumah Indira. Keduanya menyampaikan materi seputar cara kerja otak anak ABK, teknik penanganan, hingga pola pengasuhan yang tepat di rumah.

Terapi Online untuk 10 Anak, Program Berjalan Empat Tahun Berturut-turut

Kasubbag Tata Usaha UPTD Pendidikan Inklusi Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fajar Novianti, mengapresiasi langkah PT TIMAH yang dinilainya konsisten mendukung pendidikan inklusif. “Mereka ini istimewa sehingga pola pendidikannya juga berbeda dan ini perlu didukung oleh semua pihak,” ujarnya.

Fajar berharap program serupa bisa berkelanjutan, mengingat jumlah anak berkebutuhan khusus terus bertambah. Ia mencontohkan, di Kecamatan Riau Silip saja terdapat lebih dari 100 anak ABK. “Tentu ini butuh peran semua pihak,” katanya.

Orang Tua: Baru Tahu Anak Autis, Seminar Beri Pemahaman Baru

Salah satu orang tua siswa, Rosmeri, mengaku baru beberapa waktu lalu mengetahui bahwa anaknya mengalami autis. Seminar ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti pelatihan semacam itu. “Banyak yang bisa saya terapkan di rumah, misalnya dengan memeluk dan memberikan rasa aman. Selama ini mungkin saya abai,” ungkapnya.

Rosmeri menyampaikan apresiasinya kepada PT TIMAH yang telah membekali ilmu bagi orang tua untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus.

Kepala SLB: Rumah dan Sekolah Sama Pentingnya

Kepala SLB Negeri Sungailiat, Warsih Sri Wahyuni, menekankan bahwa seminar ini tidak hanya melibatkan guru tetapi juga orang tua. “Rumah yang di dalamnya ada orang tua punya peran sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus. Kami apresiasi PT TIMAH yang sudah memulai dan melaksanakan ini secara berkelanjutan,” ucapnya.

Menurut Warsih, dukungan terhadap anak ABK tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. Keterlibatan orang tua menjadi faktor penentu keberhasilan terapi dan kemandirian belajar anak.

Narasumber: Program Ini Menyentuh Langsung Anak

Konsultan Rumah Indira, Iin Indriyani, menilai program PT TIMAH sudah tepat sasaran. “Saya bangga ada perusahaan besar yang peduli dengan anak ABK. PT TIMAH sudah empat tahun berturut-turut secara berkelanjutan menghadirkan program ini dan menyentuh langsung ke anaknya,” katanya usai menyampaikan materi.

Ia menambahkan, jika tiga tahun sebelumnya program hanya berupa seminar untuk guru dan orang tua, tahun ini PT TIMAH juga memberikan terapi online gratis bagi 10 anak berkebutuhan khusus. Ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi para penerima manfaat.

Bagikan
Sumber: poltamnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks