Pencarian

Penambang Timah di Bangka Tewas Diterkam Buaya di Sungai Batu Rusa, Jasad Ditemukan 2 Km dari Lokasi Serangan

Senin, 20 Juli 2026 • 17:19:31 WIB
Penambang Timah di Bangka Tewas Diterkam Buaya di Sungai Batu Rusa, Jasad Ditemukan 2 Km dari Lokasi Serangan
Petugas SAR mengevakuasi jenazah penambang timah di Sungai Batu Rusa, Bangka, yang ditemukan mengapung dua kilometer dari lokasi serangan buaya.

BANGKA — Insiden maut itu terjadi saat korban memindahkan ponton tambang timah apung di perairan Sungai Batu Rusa pada Minggu (19/7/2026) malam. Radit dilaporkan hilang setelah diduga diserang buaya yang muncul tiba-tiba.

Buaya Sempat Menyeret Tubuh Korban ke Permukaan Air

Proses pencarian berlangsung dramatis. Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, aparat, dan warga setempat beberapa kali melihat buaya muncul ke permukaan sambil menyeret tubuh korban. Beberapa saat kemudian, korban terlepas dari gigitan buaya hingga akhirnya berhasil ditemukan mengapung.

Komandan Tim Basarnas Pangkalpinang, Supani, mengatakan bahwa setelah dievakuasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. "Luka yang dialami robek akibat gigitan di bawah ketiak dan perut. Saat ini korban sudah kita evakuasi dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit Provinsi Bangka Belitung," ujar Supani di lokasi.

Korban Alami Luka Gigitan di Ketiak dan Perut

Pada tubuh Radit ditemukan sejumlah luka yang diduga merupakan bekas gigitan buaya. Tim SAR memastikan korban meninggal akibat serangan satwa liar tersebut, bukan karena tenggelam.

Kawasan Sungai Batu Rusa dikenal sebagai habitat buaya. Warga setempat mengaku sudah lama waspada terhadap keberadaan reptil besar di sungai tersebut, terutama saat malam hari.

Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Saat Beraktivitas di Sungai

Pasca-insiden, Basarnas mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari. Kawasan tersebut merupakan habitat satwa liar yang berpotensi membahayakan keselamatan manusia.

Operasi pencarian yang berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin siang itu melibatkan puluhan personel. Tim SAR sempat kesulitan karena kondisi perairan yang gelap dan medan yang sulit dijangkau.

Jenazah Radit kini telah dibawa ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.

Bagikan
Sumber: m.rctiplus.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks