PANGKALPINANG — Angka penyakit tidak menular yang tinggi di Kota Pangkalpinang menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Staf Ahli Wali Kota Bidang Keuangan, Perekonomian, dan Pembangunan, Devy Ingson, menegaskan GERMAS bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen membangun kebiasaan sehat dari unit terkecil, yaitu keluarga.
19.003 Kasus Hipertensi dan 5.006 Diabetes Jadi Peringatan
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Tahun 2025, hipertensi mendominasi catatan penyakit warga. Angka ini diikuti oleh diabetes melitus yang mencapai ribuan kasus. Devy menyebut pola hidup masyarakat yang kurang aktif bergerak dan konsumsi makanan tidak sehat menjadi faktor utama pemicunya.
"Tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks dengan meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, obesitas hingga kanker," ujarnya saat membacakan sambutan Wali Kota pada kegiatan GERMAS, Kamis.
Pencegahan Lebih Diutamakan daripada Pengobatan
GERMAS mengedepankan upaya promotif dan preventif. Masyarakat diajak untuk tidak menunggu sakit baru memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan berkala harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar respons terhadap gejala.
"Pembangunan kesehatan menjadi salah satu pilar utama pembangunan nasional. Dalam visi Indonesia Emas 2045, pemberdayaan sumber daya manusia yang sehat menjadi prioritas," kata Devy.
Keluarga Jadi Garda Terdepan Budaya Hidup Sehat
Peran orang tua dinilai krusial dalam membentuk kebiasaan anak. Devy menekankan bahwa jika keluarga sehat, masyarakat akan lebih kuat dan tangguh.
"Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan teladan kepada anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat, aktif bergerak, tidur cukup, tidak merokok, serta menjauhi perilaku berisiko," katanya.
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat
Wali Kota Pangkalpinang mengajak camat, lurah, kepala puskesmas, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga tokoh agama dan media untuk berkolaborasi. Program kesehatan dinilai tidak akan berhasil jika berjalan sendiri-sendiri.
"Diperlukan kolaborasi yang kuat agar terbangun ekosistem masyarakat yang sadar, peduli, dan bertanggung jawab terhadap kesehatan," ujar Devy. Ia optimistis jika seluruh warga memiliki komitmen yang sama, Pangkalpinang bisa menjadi daerah yang lebih maju, sehat, dan produktif.