BELITUNG — PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, berangsur normal. Untuk mengatasi kelangkaan, perusahaan menambah volume pasokan hingga 24 persen dari konsumsi harian yang biasanya mencapai 242 kiloliter (KL) per hari.
Pasokan Dinaikkan, Jam Operasional Distribusi Ditambah
Sales Branch Manager (SBM) Rayon II Bangka Belitung Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq, mengatakan di Tanjungpandan pada Rabu (kemarin) bahwa optimalisasi pasokan ke sejumlah SPBU terus dilakukan. Peningkatan volume hingga 24 persen tersebut merupakan langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sempat terganggu.
"Distribusi stok BBM di wilayah Belitung terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Rafli. Selain menambah pasokan, Pertamina juga memperketat pemantauan stok di setiap SPBU dan memperpanjang jam operasional distribusi.
Koordinasi dengan Pemkab dan Polres untuk Cegah Panic Buying
Pertamina tidak bekerja sendiri. Pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Belitung dan Polres Belitung untuk mengawal kelancaran distribusi dari terminal BBM hingga ke tangan konsumen. Langkah ini diambil untuk menjaga iklim penyaluran yang kondusif.
"Kami terus berkoordinasi dengan Pemda dan Kepolisian untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat Belitung terpenuhi, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan," ujar Rafli. Imbauan itu disampaikan untuk mencegah aksi borong yang justru memperparah kelangkaan.
Apa yang Melatarbelakangi Gangguan Distribusi?
Meski dalam pernyataannya Rafli tidak merinci penyebab sempat tersendatnya pasokan, langkah peningkatan pasokan hingga hampir seperempat dari konsumsi normal mengindikasikan adanya lonjakan permintaan atau hambatan distribusi sebelumnya. Dengan penguatan operasional ini, Pertamina memastikan ketersediaan BBM di SPBU kembali pulih.
Masyarakat Belitung diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pertamina berjanji akan terus memonitor pergerakan stok secara ketat agar kejadian serupa tidak terulang.