TOBOALI — Pengungkapan jaringan peredaran rokok ilegal di Bangka Selatan menunjukkan adanya struktur yang lebih besar dari sekadar pengecer. Seorang pemilik toko yang menjual rokok ilegal di kawasan Kota Toboali mengungkapkan bahwa AP, yang selama ini dikenal sebagai pengedar, ternyata hanya mendapatkan pasokan dari dua figur sentral, yaitu AH dan AT.
“AP mendapatkan pasokan rokok ilegal berjumlah besar untuk dijual kembali di Bangka Selatan. Itu semua ada peran dari AH dan AT,” ujar sumber tersebut kepada Cerapan.id, Selasa (15/4).
Ratusan Dus Rokok Ilegal Masuk Lewat Jaringan Ini
Menurut sumber yang sama, pasokan yang diterima AP bukan dalam jumlah eceran, melainkan partai besar hingga mencapai ratusan dus. Rokok-rokok tersebut diduga kuat berasal dari AH dan AT yang berperan sebagai bos besar di balik layar.
Hingga saat ini, upaya konfirmasi media kepada AP belum membuahkan hasil. Pihak-pihak terkait, termasuk aparat kepolisian dan Bea Cukai Pangkalpinang, masih terus dihubungi untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait penegakan hukum atas temuan ini.
Rokok Ilegal Mudah Didapat di Toko-Toko Besar Toboali
Di sisi lain, kemudahan akses terhadap rokok ilegal di Toboali dan sekitarnya diakui langsung oleh para konsumen. Seorang pengguna rokok ilegal yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa toko-toko besar di kota itu selalu menyediakan barang tersebut.
“Selain harganya murah, rokok ilegal juga mudah didapatkan. Terkadang kami beli di toko-toko besar, pasti ada jual rokok ilegal,” katanya.
Praktik peredaran rokok ilegal ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi pedagang rokok legal. Keberadaan dua nama besar, AH dan AT, yang disebut sebagai pemasok utama menjadi titik krusial dalam pengungkapan kasus ini. Publik kini menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti informasi tersebut.