SUNGAILIAT — Analis Ahli Muda Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka, Andi, mengatakan peran Srikandi Damkar sangat krusial dalam memberikan pendampingan psikologis. "Korban bencana alam sangat rentan mengalami dampak psikologis mendalam, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang," ujarnya di Sungailiat, Senin.
Pendekatan Ibu untuk Anak Korban Tenggelam
Andi mencontohkan penanganan yang dilakukan Srikandi Damkar pada seorang anak yang kehilangan kedua orang tuanya akibat tenggelam di Pantai Matras, Sungailiat, beberapa waktu lalu. Personel Srikandi menggunakan pendekatan keibuan untuk menghibur anak tersebut.
"Dengan pendekatan perasaan seorang ibu, Srikandi Damkar waktu itu berusaha maksimal menghibur anak tersebut," kata Andi.
Tujuh Srikandi dengan Tiga Peran Utama
Saat ini, Damkar Kabupaten Bangka memiliki tujuh personel Srikandi Damkar. Mereka menjalankan tiga peran sekaligus: edukasi pencegahan bahaya bencana, pendampingan psikologi korban, dan tugas administratif.
Di lapangan, mereka juga terjun langsung membantu operasi evakuasi dan aksi penyelamatan darurat. Kehadiran mereka dinilai penting untuk menjangkau korban yang mungkin enggan berkomunikasi dengan petugas laki-laki.
Edukasi Karhutla Berkelanjutan
Selain penanganan korban, Srikandi Damkar juga aktif dalam edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Andi menegaskan bahwa sosialisasi tidak boleh bersifat temporer.
"Kita terus menerus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dalam pencegahan bencana kebakaran, baik kebakaran hutan maupun rumah," kata Andi.
Edukasi berkelanjutan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat desa hingga sekolah-sekolah di Kabupaten Bangka. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kebakaran yang kerap dipicu oleh aktivitas manusia.