Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Bangka bersama LKBN ANTARA Biro Bangka Belitung memasang spanduk imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik rawan di Sungailiat, Rabu. Langkah ini diambil untuk menekan angka karhutla yang kerap terjadi akibat aktivitas pembakaran lahan oleh masyarakat.
SUNGAILIAT — Kepala Satgas Karhutla Bangka, Ahmad Suherman, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan ANTARA Biro Babel dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga ini menjadi kebutuhan mendesak karena tim Damkar Bangka menghadapi keterbatasan armada dan personel di lapangan.
Spanduk imbauan dipasang di empat titik strategis yang tersebar di sepanjang Jalan Lintas Timur Sungailiat dan Jalan Tanjung Pesona. Lokasi tersebut dipilih langsung bersama pimpinan ANTARA Biro Babel karena dinilai sebagai area rawan terjadinya kebakaran.
Keterbatasan Armada Jadi Alasan Perlunya Kolaborasi
Luasnya wilayah hutan dan lahan yang tersebar di sejumlah kecamatan tidak sebanding dengan jumlah armada dan petugas yang dimiliki Damkar Bangka. Kondisi ini yang mendorong Satgas Karhutla membuka ruang seluas-luasnya bagi lembaga lain untuk turut serta dalam pencegahan.
"Mencegah kebakaran hutan dan lahan menjadi tanggung jawab bersama, dan kami memberikan apresiasi besar kepada ANTARA Biro Babel yang ikut peduli membantu melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan menyiapkan dan memasang spanduk," jelas Ahmad Suherman di Sungailiat, Rabu.
Spanduk Dipasang di Titik yang Sering Dilintasi Warga
Pemilihan lokasi pemasangan bukan tanpa pertimbangan. Jalan Lintas Timur Sungailiat dan Jalan Tanjung Pesona merupakan ruas yang padat dilalui masyarakat, sehingga pesan pencegahan diharapkan terbaca oleh banyak orang.
"Dengan pemasangan spanduk pencegahan pembakaran yang hari ini kami pasang di empat titik di sepanjang jalan Lintas Timur Sungailiat dan Jalan Tanjung Pesona, diharapkan dapat langsung mengingatkan masyarakat yang melintasi jalan itu," ujarnya.
Menurut Ahmad Suherman, semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya pencegahan, maka ancaman kebakaran hutan dan lahan akan semakin bisa ditekan. Ia berharap partisipasi ANTARA Biro Babel dapat memotivasi lembaga lain untuk melakukan hal serupa demi kepentingan kelestarian lingkungan.
Sebelumnya, PT Timah juga telah menunjukkan keterlibatan serupa dalam upaya pencegahan karhutla di wilayah Bangka Belitung.