SUNGAILIAT — Sebanyak 200 inovasi pembangunan berkelanjutan telah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka. Inovasi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari digitalisasi tata kelola pemerintahan hingga program sosial langsung menyentuh masyarakat.
Bupati Bangka, Fery Insani, mengatakan inovasi adalah variabel mendasar untuk memecah kebuntuan dan perlambatan pembangunan. "Inovasi adalah sumbu untuk menciptakan perubahan progresif yang berdampak," ujarnya di Sungailiat, Sabtu.
Dua Aplikasi Andalan untuk PAD
Di tengah dorongan mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat, sejumlah inovasi diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wakil Bupati Bangka Syahbudin menyebut dua aplikasi menjadi ujung tombak: Sistem Dukungan dan Pelayanan Pajak Kebupaten Bangka (Sedulang) dan Model Pelayanan Masyarakat Jemput Bola Pajak PBB (Mas Jempol).
"Kedua inovasi ini mengintegrasikan berbagai jenis pembayaran, mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel, retribusi pasar, dalam satu genggaman smartphone," jelas Syahbudin.
Menurutnya, digitalisasi tata kelola ini menjadi langkah nyata memperkuat kemandirian fiskal. Target optimis peningkatan PAD diyakini akan terus tercapai seiring peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Program Strategis yang Sudah Berjalan
Fery Insani merinci beberapa program strategis yang berhasil dikembangkan. Di bidang pendidikan, ada program revitalisasi sekolah SD dan SMP. Di bidang sosial, Pemkab Bangka memberikan bantuan premi BPJS kesehatan dan BPJS tenaga kerja bagi masyarakat.
Program infrastruktur mencakup pembangunan jalan usaha tani dan jalan usaha produksi, rehabilitasi jalan dan jembatan, serta pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program lain yang berjalan adalah pembangunan jamban, bantuan sembako, penurunan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, dan pemberdayaan UMKM.
Sinergi Pentahelix Jadi Kunci
Wakil Bupati Syahbudin menekankan keberhasilan ekosistem inovasi ini tidak lepas dari pendekatan kolaboratif. Pemerintah melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, dunia usaha, perbankan, media massa, komunitas, hingga masyarakat umum.
"Sinergi pentahelix ini menjadi kunci lahirnya inovasi yang berkelanjutan dan berdampak luas," kata Syahbudin.
Daftar 23 Inovasi Unggulan
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pan Budi Marwoto mengatakan inovasi yang dihasilkan mencakup inovasi digital dan non digital di berbagai bidang. Beberapa di antaranya adalah JE-MOK KTP, TEMPOR BUDUK, SIMPANG (Sistem Informasi Masyarakat Parit Padang), KOLONG SUARA (Kotak Online Langsung Suara Rakyat), dan Lempah (Label Elektronik Masyarakat Penerima Bantuan Kelurahan Kuday).
Inovasi lainnya meliputi SIAP LAYAN, LAPAR, LAH SIAP, GAMMIS, E-LENTERA, HARMONI, GELORA, LAPAK Bukit Betung, GEBER LINTAS, KURMA MANIS, GASKEN, SIPEDAS, IN-SKTM, MELON EMAS BANGKA, GERBANG EMAS, SITANGGAP, SIPAD, dan SIYANA.
Fery Insani berharap ke depan seluruh organisasi perangkat daerah dapat melahirkan inovasi yang mendukung program strategis Kabupaten Bangka. "Kami ingin memperkuat tradisi inovasi yang berkualitas dan menjadikan kembali Kabupaten Bangka sebagai daerah yang terinovatif, adaptif, kreatif, dan kompetitif di tingkat nasional," pungkasnya.