KOBA — Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menegaskan pentingnya sinergi antara pondok pesantren dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, lembaga berbasis pesantren harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan metode pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik.
Ponpes Diminta Jalin Komunikasi Erat dengan Dinas Pendidikan
Algafry secara khusus meminta para pimpinan dan pengelola pondok pesantren untuk membangun komunikasi serta koordinasi yang baik dengan Dinas Pendidikan. Ia menilai koordinasi yang solid akan membuat berbagai program pengembangan sekolah berjalan lebih optimal.
"Jalin komunikasi yang baik dengan Dinas Pendidikan. Dengan koordinasi yang baik, berbagai program pengembangan sekolah dapat berjalan lebih optimal sehingga kualitas pendidikan terus meningkat," ujar Algafry dalam sambutannya di acara peluncuran SMP IT Pondok Pesantren As Syuruq.
Peran Strategis Ponpes Cetak Generasi Berakhlak dan Berdaya Saing
Bupati menekankan bahwa pondok pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat. Menurutnya, bekal tersebut krusial bagi para santri untuk menghadapi tantangan masa depan.
Peningkatan mutu pondok pesantren, lanjut Algafry, memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, pengelola lembaga, tenaga pendidik, dan masyarakat. Sinergi ini diperlukan agar pengembangan lembaga pendidikan Islam dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjawab kebutuhan zaman.
SMP IT As Syuruq Jadi Bukti Perluasan Akses Pendidikan Islam
Peluncuran SMP IT Pondok Pesantren As Syuruq di Simpang Jongkong, Kelurahan Simpang Perlang, dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tenaga pendidik, dan masyarakat. Kehadiran lembaga ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berbasis Islam di Kabupaten Bangka Tengah.
Algafry berharap pondok pesantren di Bangka Tengah terus melakukan inovasi dalam pengelolaan dan pembelajaran. Inovasi tersebut harus mampu menjawab perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi ciri khas lembaga pesantren.