KOBA — Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda mengapresiasi langkah Polres Bangka Tengah yang menanam ratusan bibit pohon mahoni di lahan kritis bekas tambang timah. Ia menyebut kegiatan itu sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan yang perlu didukung semua pihak.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, kami sangat mendukung kegiatan penghijauan ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, seperti menjaga tanah dan memberi udara yang segar bagi masyarakat," kata Efrianda di Koba, Kamis.
Penghijauan Bukan Sekadar Seremonial
Efrianda berharap penanaman pohon tidak berhenti pada peringatan hari besar. Ia mendorong kegiatan serupa menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, TNI, kepolisian, dan dunia usaha untuk memulihkan kawasan eks pertambangan.
Menurut dia, lahan kritis di Bangka Tengah akibat penambangan timah membutuhkan rehabilitasi serius. Penghijauan menjadi salah satu solusi jangka panjang yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Mengapa Pohon Mahoni Dipilih?
Kapolres Bangka Tengah AKBP I Gede Nyoman Bratasena menjelaskan, pohon mahoni memiliki manfaat ekologis jangka panjang. Perakarannya mampu menjaga struktur tanah, sementara tajuknya menciptakan lingkungan lebih sejuk dan meningkatkan produksi oksigen.
"Penanaman pohon tentu menjadi awal dari gerakan penghijauan yang dilakukan secara berkesinambungan, untuk mendukung pemulihan lahan bekas tambang dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, serta berkelanjutan," ujar Kapolres.
Sinergi Forkopimda untuk Pemulihan Lahan
AKBP I Gede Nyoman Bratasena menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Polri, Pemkab Bangka Tengah, TNI, dan dunia usaha. Penanaman ratusan bibit mahoni sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga dalam menjaga kelestarian alam.
"Di sini menunjukkan kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah bersama forkopimda dan TNI. Kegiatan ini juga sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Polri kepada alam semesta," katanya.
Pemerintah daerah berharap gerakan serupa bisa meluas ke titik-titik lahan kritis lain di Bangka Tengah. Dengan keterlibatan banyak pihak, rehabilitasi lahan bekas tambang diharapkan berjalan lebih cepat dan berdampak nyata bagi warga sekitar.