KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Jelang acara Galaxy Unpacked pada 22 Juli mendatang, Samsung sepertinya tidak bisa menyembunyikan lagi wajah asli Galaxy Z Fold 8. Situs Android Headlines membagikan sederet render yang tampak resmi, memperlihatkan perubahan bentuk yang selama ini dinanti: bodi lebih lebar dan pendek, mirip desain passport ala Pixel Fold generasi pertama.
Spesifikasi Utama Galaxy Z Fold 8
- Layar Depan: 5,5 inci QHD+, aspek rasio 16:10 — lebih lebar dari ponsel 16:9 jadul sekalipun.
- Layar Dalam: 7,6 inci QHD+, aspek rasio 4:3 — lebih persegi ketimbang panel hampir kotak di Z Fold generasi sebelumnya.
- Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 5 edisi "for Galaxy".
- RAM & Penyimpanan: 12 GB RAM, opsi 256 GB / 512 GB / 1 TB. Varian 16 GB RAM tidak tersedia.
- Baterai & Pengisian: 4.800 mAh, fast charging 25W.
- Dimensi & Bobot: 9,7 mm saat dilipat, 4,5 mm saat dibuka, berat sekitar 200 gram.
- Warna: Cream, Graphite, Lavender, dan Pistachio (khusus Samsung.com).
Layar Depan Lebar: Kembali ke Era "Pocketable"
Perubahan paling mencolok ada di layar depan. Dengan aspek rasio 16:10, panel 5,5 inci ini terasa jauh lebih lebar ketimbang layar super tinggi yang mendominasi pasar saat ini. Untuk konteks, ponsel lawas dengan rasio 16:9 saja sudah terasa "gemuk" dibanding standar 2025, dan Z Fold 8 melangkah lebih jauh dari itu.
Bagi pengguna yang rindu era ponsel benar-benar muat di saku dan nyaman diketik satu tangan, desain ini adalah kabar baik. Namun, bagi yang sudah terbiasa dengan format ramping seperti OnePlus Open, transisi ini mungkin terasa aneh di awal.
Layar Dalam 4:3 untuk Media dan Game yang Lebih Baik
Layar utama 7,6 inci dengan rasio 4:3 juga membawa perubahan. Meski masih belum sempurna untuk semua konten video, format ini lebih ramah untuk game seperti Balatro dan aplikasi produktivitas yang membutuhkan ruang vertikal lebih. Masalah scaling yang sering muncul di layar hampir persegi generasi sebelumnya diperkirakan berkurang.
Spesifikasi Lain: Familiar Tanpa Kejutan
Di luar layar, sisanya terasa seperti peningkatan generasi yang standar. Bobot 200 gram patut diacungi jempol — setara dengan Pixel 10 meski membawa dua layar dan engsel. Samsung dinilai berhasil menurunkan bobot secara konsisten dalam beberapa generasi terakhir.
Sayangnya, kecepatan pengisian daya masih stuck di 25W. Ini cukup lambat untuk ukuran ponsel flagship 2025, apalagi dengan baterai 4.800 mAh. Spek pengisian ini mengindikasikan Samsung mungkin menyimpan teknologi pengisian tercepatnya untuk varian "Ultra" yang lebih premium.
Harga dan Posisi di Pasar
Bocoran sebelumnya menyebutkan harga Galaxy Z Fold 8 yang lebih lebar ini justru lebih murah ketimbang varian "Ultra" yang desainnya tidak banyak berubah. Belum ada informasi resmi harga untuk pasar Indonesia, namun dengan konfigurasi 12/256 GB sebagai varian dasar, banderol diperkirakan mulai dari USD 1.799 (sekitar Rp 29,7 juta).
Galaxy Z Fold 8 jelas bukan untuk semua orang. Desain layar lebar ini mengorbankan sensasi "remote control" yang selama ini menjadi ciri khas foldable Samsung. Tapi bagi pengguna yang prioritas utamanya adalah layar depan fungsional dan pengalaman multimedia yang lebih lega, Z Fold 8 adalah pilihan yang paling masuk akal di jajaran Samsung saat ini.