PANGKALPINANG — Kawasan Destar Point di Jalan Soekarno Hatta, Pangkalpinang, resmi berubah fungsi menjadi pusat kuliner durian lokal. Pemerintah kota menempatkan lokasi ini sebagai destinasi utama bagi pencinta durian yang ingin mencicipi durian cumasi atau namlung, varietas khas Bangka yang selama ini hanya dikenal di kalangan terbatas.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengatakan Destar Point merupakan kompleks terpadu milik pemkot yang kini difokuskan untuk memasarkan hasil perkebunan durian petani. “Kami menjadikan Destar Point ini sebagai destinasi wisata kuliner durian,” kata Saparudin di Pangkalpinang, Senin (6/7/2026).
Empat Kabupaten Pemasok Durian Cumasi
Pasokan durian untuk pusat kuliner ini berasal dari sentra perkebunan di empat kabupaten: Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Bangka Selatan. Selain cumasi, varietas lain seperti durian tembaga juga akan tersedia secara bergilir sesuai musim panen.
Menurut Saparudin, Pangkalpinang selama ini belum optimal sebagai pusat pemasaran durian lokal, padahal potensinya besar. “Kota Pangkalpinang ini sudah saatnya menjadi pusat pemasaran durian-durian lokal di Kepulauan Babel ini, karena banyak durian lokal yang diminati seperti durian cumasi, tembaga, dan lainnya yang memiliki cita rasa yang luar biasa enak,” ujarnya.
Bukan Sekadar Alun-Alun dan Bukit Dealova
Pemkot ingin memperluas peta kuliner kota. Selama ini, wisatawan lebih mengenal Alun-Alun Taman Merdeka, Bukit Dealova, Wihelmina Park, dan Taman Sari sebagai destinasi kuliner. Destar Point diharapkan menjadi alternatif baru yang memperkenalkan kekhasan durian Bangka.
“Kami akan pastikan setiap musim durian akan ada bazar durian cumasi dan durian lokal lainnya di pusat kuliner durian ini,” kata Saparudin.
Target Go Nasional hingga Internasional
Pemerintah kota tidak hanya membidik pasar lokal. Destar Point juga menjadi etalase untuk mempromosikan durian Bangka ke tingkat nasional dan internasional. Saparudin menilai kualitas durian lokal tidak kalah dengan durian dari Singapura, Malaysia, atau Thailand.
“Kita ingin durian lokal seperti cumasi ini lebih dikenal masyarakat luas, karena tidak kalah bagusnya dengan durian-durian yang dikembangkan negara-negara tetangga,” katanya.
Bazar Perdana Berlangsung Sepekan
Bazar durian cumasi di Destar Point dimulai Minggu (5/7) dan akan berlangsung hingga Minggu (12/7). Masyarakat diharapkan bisa mengenal lebih dekat cita rasa durian lokal yang selama ini kalah pamor dengan durian impor.
“Jangan sampai kita hanya mengenal durian-durian dari negara tetangga tetapi tidak mengenal durian daerah sendiri yang memiliki cita rasa yang lebih enak dibandingkan daerah lainnya,” ujar Saparudin. Destar Point akan menjadi agenda tahunan setiap musim durian tiba.