MENTOK — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, resmi menggandeng keluarga sebagai ujung tombak penguatan literasi digital bagi anak-anak. Langkah ini diambil untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif teknologi sekaligus menjawab tantangan era digital yang semakin masif.
Mengapa Keluarga Jadi Garda Terdepan Literasi Digital?
Bupati Bangka Barat Markus menegaskan bahwa keluarga adalah lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, orang tua tidak bisa lagi bersikap pasif.
"Penguatan peran keluarga penting kita lakukan bersama karena keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter anak," kata Markus di Mentok, Senin.
Ia menambahkan, orang tua kini dituntut lebih aktif mendampingi serta mengawasi anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif. Bukan hanya ibu, peran ayah dalam mendidik anak di era digital juga dinilai krusial.
Ancaman Bonus Demografi Jika Produktivitas Terabaikan
Markus memperingatkan bahwa bonus demografi bisa berubah menjadi bencana jika usia produktif tidak dibekali kualitas yang mumpuni. Pola asuh yang baik, termasuk literasi digital sejak dini, menjadi fondasi utama untuk mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing.
"Jadikan rumah sebagai edukasi untuk menciptakan anak yang kolaboratif, tidak hanya dibebankan kepada seorang ibu tapi keterlibatan ayah dan jangan biarkan pikiran dan perilaku dipengaruhi gawai," ujar Markus.
Program Konkret: Dari Penyuluhan hingga Konsultasi Keluarga
Pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada imbauan. Sejumlah kegiatan edukasi telah disiapkan untuk membangun ketahanan keluarga, antara lain:
- Penyuluhan pola asuh orang tua di era digital.
- Program literasi digital untuk seluruh anggota keluarga.
- Layanan konsultasi keluarga.
- Kegiatan sosial yang mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Menurut Markus, momentum peringatan Hari Keluarga Nasional 2026 harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran keluarga dalam mencetak generasi yang berkualitas. Keluarga yang tangguh, kata dia, tidak hanya diukur dari kemampuan ekonomi, tetapi juga dari kehadiran orang tua dan komunikasi yang hangat di rumah.
"Keluarga adalah investasi terbesar dalam mencetak generasi emas Indonesia. Mari bersama-sama memperkuat peran keluarga agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital dan mewujudkan masyarakat Bangka Barat yang semakin maju, sejahtera dan berdaya saing," pungkas Markus.