SUNGAILIAT — Tangisan dan jeritan Sahid terdengar paling keras di antara puluhan peserta khitanan massal yang digelar di Gedung Grha Maras, Kamis (25/6/2026). Bocah asal Desa Zed, Kecamatan Mendo Barat, itu harus dipegangi tangan dan kakinya oleh sejumlah orang agar tidak memberontak saat proses khitan berlangsung.
Menurut sang ibu, Meliana, Sahid justru yang meminta ikut khitanan massal. Namun saat berada di meja tindakan, rasa takutnya muncul.
"Rasa e anget dingin badan ku. Tadi pas ke sini die lah yang nek disunat," ujar Meliana.
Setelah tim medis dan sejumlah petugas berjuang cukup lama, akhirnya Sahid berhasil dikhitan. Wajah Meliana pun tampak lega.
"Alhamdulillah lega rasanya, ya Allah," ungkapnya.
Target 500 Anak di Seluruh Bangka Belitung
Khitanan massal di Kabupaten Bangka merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 Tahun 2026. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menargetkan 500 anak di seluruh provinsi mengikuti program ini.
"Alhamdulillah gerakan sunatan massal ini yang kedua kalinya kita laksanakan. Sama seperti tahun sebelumnya kami menargetkan 500 anak se Bangka Belitung yang kuotanya kami bagi-bagi setiap kabupaten dan kota," ungkap Noni.
Di Kabupaten Bangka sendiri, 50 anak yang berasal dari delapan kecamatan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka, Diny Harlina, menyebut peserta berasal dari keluarga kurang mampu.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial PKK sekaligus membantu masyarakat," ujar Diny.
Rangkaian Kegiatan HKG PKK Ke-54
Selain khitanan massal, peringatan HKG PKK Ke-54 di Bangka Belitung juga diisi dengan pemberian santunan, donor darah, dan pameran produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Kegiatan ini mengusung tema 'Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Astacita, Wujudkan Indonesia Emas 2045'. Noni berharap program khitanan massal bisa terus berjalan setiap tahun agar keberadaan pemerintah daerah benar-benar dirasakan masyarakat.
"Terima kasih kepada seluruh tim, ibu ketua dan semuanya sudah menyiapkan semuanya bekerjasama untuk mewujudkan acara ini," pungkas Noni.