PANGKALPINANG — Juhaini yang mewakili Wali Kota Pangkalpinang dalam pembukaan Musprov ke-V INKINDO Babel menyebutkan, dunia jasa konstruksi saat ini menghadapi tantangan yang kompleks. Mulai dari keterbatasan anggaran, perubahan regulasi yang dinamis, hingga tuntutan untuk bertransformasi secara digital.
Tiga Tantangan Utama Sektor Jasa Konstruksi
Menurut Juhaini, para pelaku jasa konstruksi, khususnya konsultan yang tergabung dalam INKINDO, tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara lama. Adaptasi terhadap teknologi digital menjadi sebuah keharusan, bukan lagi pilihan.
“Dunia jasa konstruksi saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran, perubahan regulasi, hingga tuntutan transformasi digital,” ujar Juhaini dalam sambutannya.
Mengapa Digitalisasi Menjadi Krusial bagi Konsultan?
Transformasi digital di sektor konstruksi mencakup penggunaan perangkat lunak perencanaan, sistem manajemen proyek berbasis cloud, hingga Building Information Modeling (BIM). Konsultan dituntut untuk menguasai teknologi ini agar dapat memberikan layanan yang efisien dan akurat.
Tanpa adaptasi, risiko ketertinggalan dan kehilangan proyek semakin besar. Juhaini pun mengajak seluruh anggota INKINDO Babel untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan organisasi.
Musprov ke-V INKINDO Babel: Ajang Konsolidasi dan Evaluasi
Musyawarah Provinsi ke-V INKINDO Babel menjadi forum strategis bagi para konsultan di Bangka Belitung. Selain membahas program kerja, musprov ini juga menjadi wadah untuk mengevaluasi tantangan yang dihadapi di lapangan.
Pemkot Pangkalpinang berharap, melalui forum ini, INKINDO Babel dapat merumuskan langkah konkret dalam menghadapi era digital. Kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi profesi dinilai penting untuk mendorong pembangunan daerah yang berkualitas.