Pencarian

Dindik Babel Libatkan Juri Nasional di LKS SMK 2026, SMKN 2 Pangkalpinang Bawa Pulang Mobil Suzuki Ertiga

Jumat, 12 Juni 2026 • 12:47:31 WIB
Dindik Babel Libatkan Juri Nasional di LKS SMK 2026, SMKN 2 Pangkalpinang Bawa Pulang Mobil Suzuki Ertiga
Saipul Bakhri menegaskan pentingnya juri nasional dalam LKS SMK 2026 untuk meningkatkan standar lomba.

PANGKALPINANG — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, menyebut LKS SMK tahun ini berbeda dari edisi sebelumnya. Ia menekankan bahwa pihaknya sengaja mendatangkan lebih banyak juri dari tingkat nasional, khususnya untuk cabang lomba bergengsi seperti kelompok teknologi, rekayasa teknologi elektronika, dan teknik IT.

“Standar lomba tingkat provinsi ini tidak boleh jauh berbeda dengan tingkat nasional,” kata Saipul di Pangkalpinang, Jumat.

Hadiah Mobil Suzuki dari Jagorawi Motor untuk Juara Otomotif

Satu unit mobil Suzuki Ertiga menjadi hadiah utama bagi sekolah pemenang di cabang lomba teknik kendaraan ringan otomotif. Mobil tersebut disumbangkan oleh Jagorawi Motor Bangka, dealer resmi Suzuki di Bangka Belitung, yang telah berkontribusi selama lima tahun berturut-turut dalam ajang ini.

“Kami ucapkan terima kasih pada Jagorawi atas kontribusinya. Kami harap event tingkat provinsi ini menjadi batu loncatan ke tingkat nasional bahkan ke level internasional,” ujar Saipul.

Selain mobil untuk juara pertama, hadiah berupa engine unit diberikan kepada Rizal Fisobry dari SMK Negeri 01 Toboali, Bangka Selatan yang meraih juara kedua. Sementara juara ketiga, Lingga Febriharta dari SMK Negeri 01 Bakam, Kabupaten Bangka, menerima transmisi unit.

Dua Klasifikasi Lomba: Provinsi dan Nasional

Saipul menjelaskan, LKS tahun ini memiliki dua klasifikasi, yakni tingkat provinsi dan tingkat nasional. Hal ini dilakukan agar semangat belajar siswa tetap terjaga meskipun mereka tidak berhasil melaju ke level nasional.

“Yang menang jangan merasa cukup terhadap apa yang diraih malam ini. Jadikan sebagai pematik motivasi untuk berprestasi lebih baik lagi,” pesannya kepada para peserta.

Ia juga menyoroti kelemahan umum yang masih ditemui pada peserta didik. Menurutnya, siswa sebenarnya sudah paham materi, tetapi kurang berlatih. “Ada beberapa cabang lomba yang diuji itu kecepatan, ketepatan, dan kerapian. Jika mereka bekerja rapi, cepat, dan tepat, itu berpeluang maju ke tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Penguatan Karakter dan Jembatan ke Dunia Industri

Saipul menegaskan bahwa LKS tidak semata-mata soal kemenangan. Bagi siswa kelas XII yang ingin langsung bekerja setelah lulus, prestasi di tingkat provinsi bisa menjadi modal untuk direkrut dunia industri.

“Walaupun mereka tidak bisa menang di tingkat nasional, kami lebih pada penguatan karakter peserta didik dan menggali potensi yang ada. Nanti dunia industri bisa merekrut mereka untuk langsung bekerja,” tutup Saipul.

Ia berharap sekolah-sekolah terus melakukan pembinaan dan memberikan motivasi terbaik agar siswa banyak berlatih, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks