KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bantuan diserahkan langsung oleh General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, kepada Sembrani Art Community dan Batik Lintang Dari Kenongo. Acara berlangsung di Terminal 1 Bandara Juanda.
“Melalui program ini kami menunjukkan dukungan dengan memberikan bantuan kepada pelaku seni di wilayah sekitar Bandara Juanda,” ucap Tohir dalam keterangan resmi.
Tohir menambahkan, para penerima bantuan tidak hanya mendapat dukungan finansial. Mereka juga akan diberikan ruang untuk memamerkan karya seni di Terminal 1 Bandara Juanda sepanjang bulan Juni ini.
Bandara Bukan Sekadar Tempat Transit, Tapi Juga Galeri Budaya
Manajemen Bandara Juanda ingin mengubah persepsi publik bahwa bandara bukan sekadar tempat naik-turun penumpang dan pesawat. Sebagai pintu gerbang Jawa Timur, bandara ini ingin menjadi etalase budaya daerah.
“Budaya daerah adalah aset berharga yang harus terus dijaga, dikenalkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang karena budaya daerah adalah identitas dan ciri khas daerah,” kata Tohir.
Program “Pojok Budaya” ini merupakan bagian dari skema Injourney Airports Community Upskilling for Aviation yang diterapkan di semua bandara di bawah naungan Injourney Airports. Artinya, inisiatif serupa juga berjalan di bandara-bandara lain milik perusahaan.
Apresiasi Pelaku Seni: Semoga Berkelanjutan
Rizky Hari Pangayom, Ketua Sembrani Art Community, menyambut baik bantuan tersebut. Ia berharap program ini tidak berhenti sampai di sini.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi bantuan dan perhatiannya kepada pekerja seni daerah yang diberikan oleh pihak Bandara Juanda. Semoga ke depannya bantuan ini akan terus berlanjut,” ujar Rizky.
PT Angkasa Pura Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar bandara melalui program TJSL yang berkelanjutan. Langkah ini menjadi contoh bagaimana BUMN tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga ikut merawat warisan budaya lokal.