Pencarian

BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar, Manajemen Yakin Harga Sedang Murah

Jumat, 12 Juni 2026 • 18:25:01 WIB
BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar, Manajemen Yakin Harga Sedang Murah
BRI mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp500 miliar untuk meningkatkan nilai pemegang saham.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil karena valuasi saham perseroan dinilai masih di bawah nilai wajar. “Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Buyback ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Manajemen juga ingin menunjukkan keyakinan bahwa prospek pertumbuhan jangka panjang BRI tetap solid meskipun pasar sedang bergejolak.

Buyback Dilakukan di Tengah Aturan OJK yang Longgar

Pelaksanaan pembelian kembali saham ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023. Aturan tersebut memberikan kelonggaran bagi emiten untuk melakukan buyback tanpa perlu melalui RUPS terlebih dahulu ketika pasar sedang berfluktuasi secara signifikan.

BRI juga telah mendapatkan surat persetujuan dari OJK bernomor S-10/D.04/2026 pada 13 Maret 2026. Pendanaan buyback akan mengikuti ketentuan POJK 13/2023 dan POJK 29/2023, dengan harga pembelian yang dinilai wajar sesuai regulasi.

Dampak ke Investor dan Pasar Modal

Langkah buyback ini biasanya menjadi katalis positif bagi harga saham karena mengurangi jumlah saham beredar di pasar. Dengan jumlah lembar saham yang lebih sedikit, laba per saham (EPS) berpotensi naik, yang pada akhirnya menguntungkan pemegang saham yang tersisa.

Bagi investor, pengumuman ini juga menjadi sinyal bahwa manajemen percaya diri dengan kondisi keuangan perusahaan. BRI dinilai memiliki likuiditas yang cukup untuk menjalankan program ini tanpa mengganggu operasional bisnis inti.

Di sisi lain, aksi korporasi ini menunjukkan bahwa BRI masih optimistis terhadap prospek bisnis perbankan di Indonesia, terutama di segmen kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perseroan.

Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks