KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Status PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN kini tak lagi simpang siur. Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan perusahaan itu sah menjadi BUMN sejak pagi hari. "Oh yang pasti sudah menjadi BUMN, kemudian ya nanti detailnya akan disampaikan ke kawan-kawan sekalian," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5).
Dari Swasta ke BUMN dalam Sepekan
Perubahan status ini terbilang cepat. Berdasarkan dokumen yang beredar, DSI baru didirikan pada 19 Mei 2026 dengan status perseroan tertutup berizin swasta nasional. Hanya berselang enam hari, pemerintah mengambil alih kendali penuh lewat mekanisme pengalihan saham dwiwarna.
Dony menjelaskan, pemerintah melalui Danantara kini menjadi pemegang saham pengendali penuh setelah menguasai satu persen saham dwiwarna milik negara. Dengan demikian, DSI resmi tercatat di Kementerian Hukum dengan nomor SK Pengesahan AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026.
BUMN Ekspor: Perantara Tiga Komoditas Andalan
Kehadiran DSI dirancang untuk mengonsolidasi perdagangan ekspor tiga komoditas utama Indonesia. Perusahaan ini akan bertindak sebagai perantara atau offtaker untuk batu bara, kelapa sawit, dan paduan besi (ferro alloy). Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global, mengingat ketiga komoditas tersebut selama ini kerap diperdagangkan secara terfragmentasi oleh banyak pihak.
Dengan status BUMN, DSI memiliki kewenangan penuh untuk mengatur volume, harga, dan tujuan ekspor. Ini berbeda dengan skema sebelumnya di mana ekspor komoditas lebih banyak dikuasai perusahaan swasta. Pemerintah berharap, lewat BUMN ekspor ini, penerimaan negara dari sektor sumber daya alam bisa lebih optimal.
Meski demikian, Dony belum merinci lebih jauh soal struktur organisasi, target ekspor tahun pertama, atau skema pembiayaan perusahaan. Ia hanya memastikan bahwa detail operasional akan disampaikan dalam waktu dekat. "Nanti detailnya akan disampaikan ke kawan-kawan sekalian," ujarnya menambahkan.
Langkah ini menjadi babak baru dalam peta bisnis BUMN Indonesia. Danantara, yang selama ini dikenal sebagai induk holding investasi, kini mulai merambah langsung ke sektor perdagangan komoditas. Pertanyaannya, seberapa jauh BUMN ekspor ini mampu menggeser dominasi pemain swasta yang sudah mapan? Jawabannya baru akan terlihat begitu DSI benar-benar mulai beroperasi.