PANGKALPINANG — Rencana pertemuan antara perwakilan petani sawit dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada Senin depan menjadi sinyal darurat di sektor perkebunan utama daerah itu. Harga TBS di tingkat petani disebut sudah jatuh di bawah biaya produksi, memicu ancaman kerugian massal.
Harga Jual Tak Sepadan dengan Biaya Panen
Informasi yang dihimpun, harga TBS di beberapa titik di Pulau Bangka dan Belitung saat ini berkisar antara Rp 1.200 hingga Rp 1.500 per kilogram. Angka ini jauh dari ambang ideal yang diharapkan petani, yakni minimal Rp 2.000 per kilogram.
“Biaya panen dan angkut saja sudah Rp 500 per kilo. Belum lagi pupuk yang harganya naik dua kali lipat. Petani kecil yang paling terpukul,” ujar seorang perwakilan petani yang enggan disebutkan namanya.
Pabrik Pengolahan Tutup, Petani Tak Punya Pilihan
Selain harga yang anjlok, petani juga dihadapkan pada berkurangnya jumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi. Beberapa pabrik di Bangka Selatan dan Bangka Tengah dilaporkan berhenti menerima pasokan dengan alasan kapasitas produksi terbatas.
Akibatnya, banyak petani menjual TBS ke pengepul dengan harga lebih murah atau membiarkan buahnya membusuk di kebun. Kondisi ini memperparah pendapatan petani yang sudah tertekan sejak harga pupuk melonjak tahun lalu.
Apa yang Akan Dibahas dalam Pertemuan?
Pertemuan Senin mendatang rencananya akan membahas tiga poin utama. Pertama, penetapan harga TBS yang lebih adil dengan melibatkan asosiasi pengusaha sawit. Kedua, pembukaan kembali akses pasokan ke pabrik-pabrik yang masih beroperasi. Ketiga, skema bantuan pupuk bersubsidi bagi petani swadaya.
Pemprov Babel sebelumnya telah membentuk tim khusus untuk memantau harga TBS, namun petani menilai langkah itu belum membuahkan hasil nyata di lapangan.
Data Singkat: Harga TBS di Babel (Pekan Ini)
- Harga rata-rata TBS usia 10-15 tahun: Rp 1.300/kg
- Biaya produksi per kilogram (panen + pupuk + transport): Rp 1.800–Rp 2.000
- Jumlah petani sawit swadaya di Babel: sekitar 12.000 kepala keluarga
- Pabrik kelapa sawit aktif: 5 unit dari total 9 unit yang terdaftar
Belum ada kepastian apakah Gubernur akan mengundang perwakilan pengusaha sawit dalam pertemuan tersebut. Petani berharap ada keputusan konkret yang bisa langsung diterapkan, bukan sekadar janji.