PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, memastikan seluruh program pendidikan yang berjalan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota memiliki arah yang sama. Sinkronisasi ini mencakup penyusunan rencana kerja pendidikan tahun 2027 hingga penanganan anak putus sekolah.
"Semua program pendidikan yang kita susun dan jalankan sudah mengarah kepada kepentingan masyarakat," kata Hidayat Arsani dalam pernyataan yang diterima di Pangkalpinang, Senin.
Empat Prioritas yang Diselaraskan
Setidaknya ada empat bidang utama yang menjadi fokus sinkronisasi. Pertama, penguatan layanan pendidikan inklusi dan pendidikan khusus, termasuk pelatihan guru Sekolah Luar Biasa (SLB). Kedua, optimalisasi pembelajaran berbasis teknologi untuk menjawab tantangan era digital.
Ketiga, percepatan pembangunan infrastruktur sekolah. Pemprov Babel saat ini tengah membangun SLBN 1 Kelapa dan SMA Negeri 5 Pangkalpinang. Keempat, perluasan akses pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka.
Dukungan untuk Prestasi dan Literasi
Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan bakat siswa melalui ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) dan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi. Selain itu, peresmian kantor bahasa diharapkan memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.
Hidayat Arsani menekankan bahwa kolaborasi tidak boleh berhenti di level birokrasi. "Kita ingin ada kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, sekolah, dan seluruh stakeholder pendidikan sehingga mutu pendidikan di Bangka Belitung semakin meningkat," ujarnya.
Persiapan SPMB 2026 dan Asesmen Nasional
Dalam waktu dekat, pemerintah daerah mulai mempersiapkan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026. Pelaksanaan asesmen nasional juga menjadi agenda wajib yang harus disinergikan antara dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota.
Melalui sinergi ini, Pemprov Babel optimistis sektor pendidikan akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang maju, berdaya saing, dan sejahtera. (*)