Review BYD M6 DM: PHEV yang Mengubah Cara Pandang soal Isi Bensin

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Sabtu, 12 September 2026 | 20:52:32 WIB
BYD M6 DM dipakai untuk rute harian Bogor–Jakarta Pusat dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kesan pertama saya soal PHEV ternyata keliru. Selama ini saya menganggap teknologi plug-in hybrid sebagai jalan tengah yang setengah hati. Setelah memakainya untuk rute harian Bogor–Jakarta Pusat, justru kombinasi mesin bensin dan motor listrik inilah yang paling masuk akal untuk pengguna Indonesia yang belum siap sepenuhnya pindah ke mobil listrik murni.

Dua Kepribadian dalam Satu Mobil: Listrik untuk Kerja, Bensin untuk Liburan

Di hari kerja, BYD M6 DM berperilaku seperti mobil listrik. Baterainya 18,3 kWh dengan jarak listrik murni 100 kilometer dalam siklus WLTP. Untuk rute harian sekitar 120 kilometer, sekitar 100 kilometer pertama bisa ditempuh tanpa menyalakan mesin sama sekali.

Sisa 20 kilometer barulah mesin bensin bekerja. Hasilnya, konsumsi bahan bakar harian jauh lebih hemat dibanding mobil bensin konvensional yang saya pakai sebelumnya.

Akhir pekan, karakternya berubah. Tangki 52 liter memberi daya jelajah total hingga 1.300 kilometer sekali isi penuh. Tidak ada range anxiety, tidak ada charge anxiety. Ini yang membuat PHEV terasa praktis untuk keluarga yang sesekali butuh keluar kota.

Hitung-Hitungan Biaya: Rp310 per Kilometer vs Rp1.070 per Kilometer

Bagian paling sering dilewatkan orang adalah soal ongkos. Mengisi baterai di rumah semalam cukup untuk 100 kilometer dengan biaya sekitar Rp31 ribu. Artinya sekitar Rp310 per kilometer.

Bandingkan dengan bensin yang sekitar Rp1.070 per kilometer. Selisihnya hampir tiga setengah kali lipat. Untuk pengguna dengan rute harian 120 kilometer, penghematan ini terasa nyata setiap bulan.

Yang menarik, mengecas bukan kewajiban. Kalau tidak sempat, tinggal masuk SPBU seperti mobil biasa. Mesinnya cukup minum Pertamax oktan 92, bahkan kompatibel dengan campuran etanol 10 persen.

Fast Charging dan V2L: Fitur yang Jarang Dibahas

Saat di jalan dan butuh cepat, BYD M6 DM punya DC fast charging 26 kW. Dari 30 ke 80 persen hanya butuh 30 menit. Cukup untuk mengisi sambil istirahat makan siang.

Ada satu fitur tambahan yang jarang disorot: V2L atau Vehicle to Load. Listrik dari mobil bisa dialirkan untuk perangkat lain, berguna saat camping, kerja lapangan, atau ketika listrik rumah padam.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Harga Rp298 juta sampai Rp390 juta on the road Jakarta menempatkan BYD M6 DM bersaing langsung dengan MPV konvensional mapan. Untuk pengguna yang belum punya akses colokan listrik di rumah, keunggulan biaya per kilometer ini sulit didapat.

Perlu diingat juga bahwa angka 100 kilometer listrik murni mengacu pada siklus WLTP yang biasanya lebih optimistis dibanding kondisi jalanan Indonesia yang macet. Pengujian lebih lama diperlukan untuk memastikan konsumsi listrik riil di berbagai kondisi.

Kelebihan

  • Daya jelajah total hingga 1.300 kilometer sekali isi penuh
  • Biaya per kilometer jauh lebih murah saat memakai mode listrik
  • Bebas range anxiety karena tetap bisa mengisi bensin di SPBU
  • Fitur V2L berguna untuk kebutuhan outdoor dan darurat
  • DC fast charging 26 kW, 30 ke 80 persen dalam 30 menit

Kekurangan

  • Keunggulan hemat hanya didapat jika rutin mengecas di rumah
  • Klaim 100 kilometer listrik murni pakai siklus WLTP, bisa berbeda di jalanan macet
  • Harga versi tertinggi Rp390 juta bersaing ketat dengan MPV konvensional mapan
  • Ekonomi bahan bakar bergantung pada kebiasaan pengisian daya pengguna

Verdict: Cocok untuk Siapa?

BYD M6 DM cocok untuk pengguna dengan rute harian dalam kota yang punya akses colokan listrik di rumah, tapi tetap butuh mobil untuk perjalanan jauh akhir pekan. Kombinasi listrik untuk harian dan bensin untuk luar kota membuatnya fleksibel tanpa kompromi.

Kurang cocok untuk yang tidak punya fasilitas pengecasan di rumah, atau yang menginginkan pengalaman mobil listrik murni tanpa mesin bensin sama sekali. Untuk mereka, mobil listrik baterai penuh lebih masuk akal.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: otomotif.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top