MENTOK — Perayaan hari jadi yang biasanya identik dengan kemeriahan, kali ini dijadikan momentum refleksi oleh jajaran Polres Bangka Barat. Di usianya yang ke-292, Kota Mentok tidak hanya dinilai sebagai kota tua dengan segudang cerita masa lalu, tetapi juga kawasan yang menyimpan potensi ekonomi besar jika dikelola dengan baik.
Kapolres Bangka Barat menegaskan bahwa perjalanan panjang kota ini tidak boleh berhenti sebagai kenangan. Warisan sejarah harus dirawat, sementara pembangunan ke depan harus tetap berpijak pada identitas lokal yang kuat.
“Selamat Hari Jadi Kota Mentok ke-292. Semoga Kota Mentok terus menjadi kota yang aman, nyaman, maju dan menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Barat,” ujar Kapolres Bangka Barat.
Menurut Kapolres, kekayaan sejarah, budaya, dan destinasi wisata yang dimiliki Mentok tidak akan memberikan dampak maksimal bagi perekonomian warga tanpa didukung situasi yang aman. Kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi faktor kunci agar aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan berjalan lancar.
Oleh karena itu, Polres Bangka Barat berkomitmen terus hadir memberikan pelayanan kepolisian yang humanis dan responsif. Pendekatan persuasif dikedepankan dalam setiap tugas, dengan semangat “Ikhlas Melayani, Tulus Mengayomi” sebagai pijakan utama untuk membangun kedekatan bersama warga.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Warisan Sejarah, Kembangnya Masa Depan”. Semangat yang diangkat adalah menjadikan pusaka masa lalu sebagai modal untuk melangkah, bukan sekadar beban kenangan.
Usia yang hampir tiga abad itu menyimpan jejak panjang perjuangan dan identitas yang membentuk karakter kota. Meski Mentok boleh menua secara usia, semangat membangun diyakini tidak boleh surut.
Warisan sejarah harus tetap hidup, keamanan harus terus terjaga, dan pembangunan masa depan harus dikawal bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat Bangka Barat.