Sumur Bor Akhirnya Hadir di SMPN 3 Simpang Katis Setelah Bertahun-tahun Krisis Air Bersih, PT TIMAH Beri Bantuan

Penulis: Hendrizal Satria  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 18:02:01 WIB
Sumur bor baru di SMPN 3 Simpang Katis siap mengatasi krisis air bersih yang berlangsung bertahun-tahun.

BANGKA TENGAH — Krisis air bersih yang sudah berlangsung bertahun-tahun di SMP Negeri 3 Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, akhirnya menemukan titik terang. PT TIMAH (Persero) Tbk memberikan bantuan pembangunan sumur bor untuk mengatasi persoalan yang selama ini menghambat aktivitas sekolah.

Kepala SMP Negeri 3 Simpang Katis, Hastri, mengungkapkan bahwa sejak sekolah berdiri, mereka belum pernah memiliki sumur bor. Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak bisa digunakan untuk pembangunan sumur bor, sementara alokasi dari pemerintah daerah masih diprioritaskan untuk kebutuhan lain.

Musim Kemarau, Sekolah Wajibkan Siswa Bawa Air dari Rumah

Kondisi paling sulit terjadi saat musim kemarau tiba. Sekolah yang hanya mengandalkan sumur resapan bergantung pada air hujan itu langsung kering kerontang. Pasokan air bersih benar-benar terhenti.

"Kalau musim kemarau dan tidak ada hujan, kami harus membeli air untuk diisi ke tandon. Bahkan siswa juga kami imbau membawa air dari rumah. Kondisi ini tentu cukup menghambat operasional sekolah," ujar Hastri.

Ia menambahkan, kondisi geografis kawasan sekolah yang didominasi batuan membuat pembangunan sumur bor semakin rumit dan mahal. Survei menunjukkan bahwa sumber air baru bisa ditemukan pada kedalaman sekitar 60 meter.

"Bor biasa tidak bisa menemukan sumber air karena kontur tanahnya berbatu," jelasnya.

Bantuan PT TIMAH: Solusi atas Kebutuhan Dasar yang Tertunda

Bantuan dari PT TIMAH pun disambut dengan rasa syukur oleh pihak sekolah. Hastri menilai kehadiran sumur bor nantinya akan menjadi solusi permanen atas persoalan air bersih yang sudah berlarut-larut.

"Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada PT TIMAH yang telah memberikan bantuan kepada sekolah kami. Bantuan ini akan digunakan untuk pembangunan sumur bor sehingga kebutuhan air bersih di sekolah dapat terpenuhi," katanya.

Menurut Hastri, pasokan air yang memadai akan meningkatkan kenyamanan siswa dan guru dalam menjalankan kegiatan di lingkungan sekolah. Aktivitas belajar mengajar pun diharapkan tidak lagi terganggu oleh masalah klasik yang sama setiap tahun.

Harapan ke Depan: Panggung Literasi untuk Kreativitas Siswa

Hastri berharap sinergi dengan PT TIMAH bisa terus berlanjut. Salah satu kebutuhan yang masih diidamkan adalah pembangunan panggung literasi atau panggung kreasi.

"Setiap hari Jumat kami memiliki program Pentas Kreasi, tempat siswa menampilkan pidato, puisi, hingga kemampuan berbicara di depan umum. Kami berharap suatu saat nanti bisa memiliki panggung yang layak sehingga potensi anak-anak dapat berkembang lebih optimal," tutup Hastri.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: okeyboz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top