Otorita IKN Targetkan Nol Stunting, Generasi Sehat Jadi Fondasi Ibu Kota Baru

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:27:01 WIB
Otorita IKN fokus intervensi kesehatan reproduksi dan pola asuh untuk cegah stunting.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menyatakan penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, masalah ini berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi, pola asuh, dan kondisi lingkungan keluarga, bukan semata persoalan gizi.

"Yang terlihat saat ini memang pembangunan fisik. Namun, IKN juga sedang membangun aspek nonfisik, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi generasi penerus pembangunan," kata Suwito di Puskesmas Maridan, Jumat (12/6).

Intervensi Sejak Remaja hingga Calon Pengantin

Pendekatan yang dijalankan Otorita IKN bersifat dari hulu ke hilir. Program mencakup edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, pemberian tablet tambah darah kepada calon pengantin dan wanita usia subur, serta pendampingan keluarga.

Suwito menegaskan targetnya bukan sekadar menurunkan persentase. "Ke depan tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN. Ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan ibu kota negara," ujarnya.

Kader Posyandu sebagai Garda Terdepan

Otorita IKN memperkuat kapasitas kader Posyandu di wilayah delineasi IKN melalui pelatihan. Pembekalan diberikan oleh BKKBN terkait pengelolaan keluarga sehat serta materi kesehatan reproduksi dan kehamilan sehat dari dokter spesialis yang tergabung dalam POGI.

Kepala Puskesmas Maridan, Basiran, menilai keterlibatan Otorita IKN memperluas jangkauan edukasi. Menurutnya, kader Posyandu adalah ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan keluarga di tingkat akar rumput.

Seminawati, kader Posyandu Maridan, berharap kegiatan serupa terus berlanjut. "Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan supaya angka stunting di IKN semakin menurun," katanya.

Indikator Keberhasilan IKN Tak Hanya Infrastruktur

Suwito menekankan, keberhasilan pembangunan ibu kota baru tidak diukur dari megahnya gedung atau modernnya jalan. Ukuran utamanya adalah lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Dari Posyandu di desa-desa sekitar IKN, fondasi sumber daya manusia masa depan Nusantara mulai dipersiapkan. Upaya ini menjadi bukti bahwa pembangunan IKN berjalan paralel antara fisik dan nonfisik.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: prokaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top