PANGKALPINANG — Ribuan tenaga pendidik di Kepulauan Bangka Belitung jadi sasaran program peningkatan kapasitas yang digagas PT TIMAH. Pada tahun ini, sebanyak 90 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA dan SMK, telah mengikuti Program Literasi Guru yang digelar perusahaan pelat merah tersebut.
Program ini tidak hanya sekadar pelatihan menulis biasa. PT TIMAH menyasar peningkatan kompetensi pendidik agar mampu menghasilkan karya tulis yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dengan begitu, proses belajar mengajar di sekolah-sekolah di wilayah operasional perusahaan diharapkan berjalan lebih efektif.
Mengapa Kemampuan Menulis Guru Jadi Prioritas?
PT TIMAH menilai guru yang kompeten dalam menulis dapat menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Kemampuan ini dinilai penting untuk menjaga profesionalitas tenaga pendidik di tengah tuntutan kurikulum yang terus berubah.
“Program Literasi Guru merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya di wilayah operasional perusahaan,” demikian pernyataan resmi PT TIMAH yang diterima redaksi.
Dampak Langsung bagi Siswa dan Sekolah
Melalui program ini, para guru didorong untuk terus mengembangkan kompetensi profesional seiring perkembangan zaman. Perusahaan berharap, guru yang telah mengikuti pelatihan mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing.
Proses pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan peserta didik menjadi target utama dari inisiatif ini. PT TIMAH juga menekankan pentingnya semangat belajar mandiri yang harus ditularkan dari guru kepada siswa.
Program Literasi Guru ini merupakan salah satu dari sekian banyak program pemberdayaan yang dijalankan PT TIMAH di lingkar tambang. Ke depannya, perusahaan berencana memperluas jangkauan program serupa ke lebih banyak sekolah di Bangka Belitung.