UPT Pelayanan Air Minum (PAM) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Belitung mengerahkan tiga unit armada tangki berkapasitas total 20 ton untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kemarau. Langkah ini dilakukan dengan mengintegrasikan operasional UPT PAM dan Pertamanan untuk memastikan pasokan air tetap tersedia bagi warga.
TANJUNGPANDAN — Kekeringan yang melanda Belitung mendorong Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Air Minum (PAM) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Belitung mengerahkan seluruh armada tangkinya. Tiga unit kendaraan dengan total kapasitas angkut 20 ton per rit disiagakan untuk operasi pemadaman karhutla sekaligus suplai air bersih ke permukiman warga.
Kepala UPT PAM DPUPR Belitung, Zuanida Hermanto, menyatakan sinergi ini menggabungkan dua bidang operasional, yakni UPT PAM dan Pertamanan. Hal itu dilakukan agar respons terhadap daerah yang mengalami krisis air bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Pasok Air untuk Damkar di Tiga Titik Kebakaran
Armada milik UPT PAM telah difungsikan untuk menyuplai kebutuhan air bagi mobil pemadam kebakaran (Damkar) di sejumlah lokasi karhutla. Zuanida merinci, bantuan tersebut telah disalurkan untuk penanganan kebakaran di kawasan BLK dan sekitarnya, wilayah Desa Dukong, serta beberapa titik lokasi lainnya.
Kapasitas armada yang dikerahkan bervariasi. "Kami menyiagakan tiga unit armada, yakni satu armada berkapasitas 10 ton dan dua armada masing-masing berkapasitas 5 ton. Total kapasitas operasional yang kita miliki sebanyak 20 ton," ujarnya di Tanjungpandan, Selasa.
Distribusi Air Gratis ke Desa, Sekolah, dan Rumah Ibadah
Di luar tugas pemadaman, operasi pendistribusian air bersih gratis terus digencarkan untuk memenuhi kebutuhan warga, fasilitas pendidikan, dan tempat ibadah. Pendistribusian ini telah menjangkau pemukiman warga di Desa Sungai Padang, Desa Perawas, Desa Dukong, Desa Air Merbau, dan Desa Juru Seberang, khususnya wilayah Petikan atau Tiris.
Air bersih juga dialirkan ke sejumlah rumah ibadah dan sekolah dasar yang sangat membutuhkan pasokan. Untuk menjaga kualitas, air diambil langsung dari beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik DPUPR Belitung yang tersebar di sejumlah titik.
"UPT PAM DPUPR Belitung turut terlibat aktif dalam penanganan karhutla dan pendistribusian air bersih," kata Zuanida.
Komitmen Penuh Melayani Masyarakat Terdampak Kemarau
Zuanida menegaskan pihaknya berkomitmen memaksimalkan seluruh potensi armada yang ada untuk membantu masyarakat. Ia memastikan operasi akan terus berjalan selama dibutuhkan di lapangan.
"Kami berupaya sebisanya dan semaksimal mungkin. Yang terpenting adalah masyarakat terbantu dan kebutuhan air bersih mereka dapat terpenuhi," ujarnya.