PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang Saparudin memastikan seluruh jatah bantuan beras bagi warga terdampak ekonomi rampung disalurkan paling lambat 30 September 2026. Pendistribusian dilakukan bertahap di kantor kelurahan masing-masing.
Penyaluran digarap bersama Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang serta Perum Bulog Cabang Bangka. Aparat kecamatan dan kelurahan dikerahkan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan penerima yang berhak.
Bukit Intan Jadi Wilayah dengan Penerima Terbanyak
Kecamatan Bukit Intan mencatat jumlah penerima terbesar, yakni 3.893 keluarga dengan alokasi beras mencapai 116.790 kilogram. Khusus Kelurahan Semabung Lama, bantuan diberikan kepada 717 warga.
Adapun setiap keluarga penerima mendapatkan jatah beras dengan nilai manfaat setara sekitar Rp19.000 per hari. Jika dihitung untuk anggota keluarga berjumlah tiga hingga empat orang, nilainya diperkirakan mencapai hampir Rp60.000 per hari.
Bukan Sekadar Bantuan, tapi Jaga Ketahanan Pangan
Saparudin menegaskan program ini merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.
“Tujuannya meringankan beban pengeluaran keluarga, menangani kerawanan pangan, serta menstabilkan harga bahan pokok. Bantuan ini juga berfungsi mengendalikan gejolak harga dan inflasi, memberi perlindungan bagi konsumen maupun produsen,” ujar Saparudin dalam keterangan pers seusai acara.
Target Penerima: Warga Desil 1 Hingga Desil 4
Penerima manfaat bantuan pangan ini merupakan kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4. Mereka adalah rumah tangga dengan kondisi ekonomi paling bawah berdasarkan data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Saparudin berharap setiap butir beras dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pokok keluarga, sehingga penerima tetap bisa beraktivitas dengan lancar. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keberlanjutan program ini sebagai wujud nyata perlindungan sosial daerah.
“Ini adalah komitmen kami, menjaga daya beli masyarakat dan memastikan tidak ada warga yang kekurangan pangan, demi kemajuan dan kesejahteraan Pangkalpinang,” tegasnya.