CIREBON — Penemuan jasad seorang mahasiswi asal Bangka Belitung di sebuah kamar kos di Kota Cirebon menggemparkan warga sekitar. Korban berusia 24 tahun itu ditemukan dalam kondisi tubuh membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap, mengindikasikan kematian yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
Kronologi Penemuan: Pintu Terkunci dari Dalam, Bau Mulai Tercium
Peristiwa ini bermula saat penjaga kos bernama Maulana dihubungi seseorang pada Senin malam untuk memeriksa kamar korban. Saat itu, Maulana mendapati pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak dapat dibuka meski menggunakan kunci cadangan.
Keesokan paginya, Selasa (28/7/2026), Maulana melaporkan hal ini kepada pemilik kos. Pemilik kos kemudian meminta bantuan seorang tukang bangunan untuk membuka paksa pintu. Setelah beberapa menit, pintu akhirnya berhasil dibuka, dan mereka mendapati korban sudah tidak bernyawa.
Terakhir Terlihat saat Ambil Makanan, Dugaan Sudah Meninggal Sejak Kamis
Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP Aris Hermanto, mengungkapkan bahwa korban terakhir kali terlihat pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban terlihat mengambil pesanan makanan dari layanan jasa kirim di depan kos.
"Berdasarkan keterangan penjaga kos, korban terakhir kali terlihat pada Kamis 23 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB saat mengambil pesanan makanan dari layanan jasa kirim makanan di depan kos," kata Aris saat dihubungi pada Rabu (29/7/2026) pagi.
Dari rentang waktu tersebut, polisi memperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar lima hari sebelum ditemukan.
Evakuasi dan Penyelidikan: Polisi Periksa Saksi dan Barang di Lokasi
Setelah menerima laporan dari penjaga kos, tim dari Polres Cirebon Kota langsung mendatangi lokasi. Petugas melakukan evakuasi jasad korban ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. "Petugas langsung melakukan penanganan evakuasi korban ke rumah sakit. Pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi serta sebagian barang di sekitar untuk mencari tahu sebab dugaan kematian," ujar AKP Aris Hermanto.
Belum ada keterangan resmi mengenai ada tidaknya tanda kekerasan di tubuh korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian mahasiswi asal Bangka Belitung tersebut.