TANJUNGPANDAN — Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di Jalan Kelekak Usang, Desa Perawas, sekitar pukul 10.30 WIB. Api membakar lahan seluas kurang lebih satu hektare dan baru berhasil dipadamkan pada pukul 11.55 WIB.
Tak berselang lama, kebakaran kedua melanda Jalan Sudirman, Desa Buluh Tumbang. Titik ini menjadi yang terluas, dengan area terbakar mencapai empat hektare. Proses pemadaman berlangsung dari pukul 13.21 WIB hingga 14.53 WIB.
Kebakaran Ketiga Terjadi di Waktu Bersamaan
Kebakaran ketiga berlangsung di Jalan Air Ranggong, Desa Air Saga, mulai pukul 14.10 WIB. Beruntung, api hanya menghanguskan lahan seluas tiga hektare dan berhasil dilokalisir dalam waktu 45 menit.
Kepala Pelaksana BPBD Belitung Zainal Harison mengatakan personel di lapangan bergerak cepat sehingga ketiga titik api tidak sempat meluas ke area pemukiman atau lahan produktif warga.
Musim Kemarau Picu Lonjakan Titik Api
Zainal menjelaskan bahwa tren laporan karhutla di Belitung mulai meningkat signifikan. Penyebabnya, wilayah tersebut kini telah memasuki fase puncak musim kemarau yang membuat vegetasi di permukaan tanah menjadi sangat kering dan mudah terbakar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Selain itu, hindari membakar sampah tanpa pengawasan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi vegetasi yang kering sangat mudah tersulut api," ujar Zainal dalam keterangannya di Tanjungpandan.
Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan Warga
BPBD Belitung mengingatkan bahwa sebagian besar kebakaran lahan di daerah itu dipicu oleh aktivitas manusia. Faktor kelalaian seperti membakar sampah di lahan kosong atau membuang puntung rokok sembarangan menjadi pemicu utama.
Masyarakat diminta segera melapor ke nomor darurat BPBD jika melihat kepulan asap atau titik api di sekitar lingkungan tempat tinggal. Semakin cepat dilaporkan, semakin kecil risiko api meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.