KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Fenomena para pendiri startup sukses yang rela meninggalkan jabatan puncak demi posisi teknis di perusahaan AI kian marak dalam beberapa bulan terakhir. Mereka tidak lagi mengejar gelar Chief Executive Officer atau Chief Product Officer, melainkan menyandang titel yang sengaja dibuat datar dan non-hierarkis: Member of Technical Staff (MTS).
Dari CEO ke Staf Teknis: Perpindahan yang Tak Biasa
Tom Blomfield, yang mendirikan GoCardless dan Monzo sebelum menghabiskan 4,5 tahun sebagai Group Partner di Y Combinator, mengumumkan pada Senin (15/4) bahwa ia mengambil cuti untuk bergabung dengan tim komputasi Anthropic. Posisinya bukan sebagai eksekutif, melainkan sebagai anggota staf teknis.
Keputusan serupa diambil Instagram co-founder Mike Krieger yang bergabung ke Anthropic sebagai Chief Product Officer pada 2024. Andrej Karpathy, anggota pendiri OpenAI yang sempat memimpin AI di Tesla dan mendirikan Eureka Labs, juga bergabung ke tim pre-training Anthropic pada Mei 2024. Karpathy menulis alasan yang hampir identik dengan Blomfield: "beberapa tahun ke depan di batas akhir pengembangan LLM akan menjadi momen yang sangat formatif."
Tak Semua Bergabung ke Laboratorium Orang Lain
Chamath Palihapitiya, yang dikenal sebagai "SPAC King" dan jarang mengambil peran operasional penuh sejak meninggalkan Facebook pada 2011, baru saja mengambil jabatan full-time pertamanya dalam lebih dari satu dekade. Ia menjadi CEO 8090 Labs, startup AI coding untuk enterprise yang didirikannya, dengan pendanaan Seri A senilai USD 135 juta (sekitar Rp 2,2 triliun) yang dipimpin Salesforce Ventures. Palihapitiya menulis di X: "Saya yakin apa yang kami bangun sekarang lebih penting, jadi tidak perlu berpikir panjang kecuali untuk terjun penuh."
Eric Wu, yang menjalankan Opendoor selama satu dekade sebelum mundur pada 2023, baru-baru ini meluncurkan NavigateAI, sebuah AI "copilot" untuk pekerja konstruksi, dengan pendanaan awal USD 25 juta (sekitar Rp 412 miliar). Dalam sebuah panggilan telepon, Wu mengaku kepada kami: "Saya tahu jika 10 tahun lagi saya melihat ke belakang dan tidak melakukan sesuatu yang terkait AI, saya mungkin akan menyesalinya."
Mengapa "Member of Technical Staff" Begitu Diminati?
Titel Member of Technical Staff menjadi indikator paling jelas betapa tingginya minat para eksekutif yang sudah "sukses" untuk terlibat langsung di tahap awal pengembangan AI. Anthropic dan OpenAI menggunakan label ini secara sengaja untuk hampir semua anggota tim teknis, tanpa memandang senioritas. Ini adalah jabatan yang sama yang kini disandang Blomfield.
Peter Bailis menjadi contoh paling mutakhir. Ia baru menjabat sebagai CTO Workday—mengawasi strategi AI di perusahaan dengan pendapatan USD 8 miliar (sekitar Rp 132 triliun)—pada Maret 2024. Namun Bailis bertahan kurang dari setahun sebelum menukar posisinya dengan jabatan MTS di Anthropic pada tahun yang sama.
Dampak bagi Industri Teknologi Global
Pola perpindahan ini menunjukkan bahwa para pemain besar di industri teknologi melihat jendela peluang AI masih sangat awal dan terlalu berharga untuk dilewatkan. Mereka rela menukar gaji besar, jabatan prestisius, dan kenyamanan untuk kembali ke posisi teknis yang lebih fokus pada pengembangan produk.
Bagi pengamat industri, fenomena ini menegaskan bahwa pertarungan sesungguhnya di ranah kecerdasan buatan baru dimulai. Para pendiri yang telah membangun perusahaan bernilai miliaran dolar memilih untuk kembali ke laboratorium, bukan ke ruang rapat direksi.