KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bocoran terbaru dari podcast The MacRumors Show mengungkap perubahan besar dalam strategi Apple untuk jajaran laptop kelas atas. Alih-alih menghadirkan chip M6 Pro dan M6 Max seperti siklus sebelumnya, Apple disebut akan langsung melompat ke generasi M7 untuk varian high-end. Sementara itu, chip M6 standar tetap akan hadir tahun ini di MacBook Pro entry-level, tetapi tanpa varian Pro atau Max.
Dua Lini, Satu Chip Lama
Konsekuensi dari keputusan ini cukup unik. MacBook Ultra, yang disebut sebagai laptop premium pertama dengan layar OLED, justru akan menggunakan chip M5 Pro dan M5 Max yang sudah ada di MacBook Pro saat ini. Artinya, pembeli generasi pertama harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan desain baru dengan prosesor yang sama dengan pendahulunya.
Model dengan chip M7 Pro dan M7 Max baru dijadwalkan menyusul pada paruh kedua 2027. Hal ini membuat MacBook Ultra generasi pertama hanya akan bertahan di pasaran dalam waktu yang relatif singkat sebelum digantikan oleh versi barunya.
Jadwal Rilis yang Berubah
Awalnya, MacBook Ultra diharapkan meluncur pada akhir 2026. Namun, kendala pasokan chip memori dan kenaikan harga yang dilakukan Apple pada Juni lalu memaksa jadwal tersebut mundur ke awal 2027. Apple sendiri sudah merencanakan model generasi kedua dengan chip M7 pada akhir 2027.
Dalam rentang waktu sekitar satu tahun, Apple diperkirakan akan merilis setidaknya enam varian laptop baru: MacBook Pro M6 entry-level, MacBook Pro M7 redesain (paruh pertama 2027), dua model MacBook Ultra dengan chip M5 Pro/M5 Max, dua penerusnya dengan chip M7 Pro/M7 Max, dan kemungkinan MacBook Pro high-end baru. Menariknya, model entry-level M7 justru akan mendapatkan desain baru lebih dulu dibandingkan MacBook Pro kelas atas.
Fitur Unggulan MacBook Ultra
Semua perubahan besar disimpan untuk model "Ultra". Laptop ini diprediksi menjadi Mac pertama dengan layar OLED yang menggunakan teknologi tandem hybrid seperti iPad Pro, layar sentuh pertama di jajaran Mac, Dynamic Island menggantikan notch, serta bodi yang lebih tipis. Dua varian ukuran layar, 14 inci dan 16 inci, juga disebut akan tersedia.
Fitur konektivitas seluler (cellular) juga dikabarkan akan hadir untuk pertama kalinya di Mac. Apple dikabarkan memposisikan layar sentuh sebagai "touch-friendly, not touch-first", di mana pengguna bisa beralih antara sentuhan, trackpad, dan keyboard tanpa harus memperlakukan Mac seperti iPad.
Tanda-tanda pergeseran ini sudah terlihat di macOS 27 Golden Gate yang menambahkan kontrol sentuh langsung ke Sidecar. Engsel yang diperkuat juga disiapkan agar layar tidak goyang saat disentuh.
Harga yang Diprediksi Lebih Mahal
Soal harga, Apple sudah menaikkan harga jajaran Mac pada Juni lalu. Saat ini, MacBook Pro 14 inci entry-level dibanderol mulai USD 1.999 (sekitar Rp 33 juta), varian M5 Pro di USD 2.499 (sekitar Rp 41,2 juta), dan M5 Max di USD 4.099 (sekitar Rp 67,6 juta). Untuk varian 16 inci M5 Max, harganya mencapai USD 4.399 (sekitar Rp 72,6 juta), sementara konfigurasi tertinggi sudah menembus USD 10.000 (sekitar Rp 165 juta).
Dengan segala fitur premium yang ditawarkan, MacBook Ultra diprediksi akan dibanderol lebih tinggi lagi dari angka-angka tersebut. Bagi pengguna yang menginginkan laptop dengan layar sentuh dan OLED pertama dari Apple, bersiaplah merogoh kocek lebih dalam.