Pencarian

Nvidia RTX 5070 Ti Terdeteksi Throttling di Suhu 107°C karena Pasta Prosesor Buruk

Minggu, 12 Juli 2026 • 11:07:31 WIB
Nvidia RTX 5070 Ti Terdeteksi Throttling di Suhu 107°C karena Pasta Prosesor Buruk
Kartu grafis Nvidia RTX 5070 Ti menunjukkan throttling pada suhu hotspot 107°C akibat aplikasi pasta termal yang tidak merata.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kartu grafis Nvidia GeForce RTX 5070 Ti dari Gigabyte baru-baru ini menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh spesialis perbaikan asal Brasil, Paulo Gomes. Kartu tersebut dikirimkan kepadanya karena pemiliknya mengalami masalah overheat yang tidak terdeteksi oleh perangkat lunak bawaan Windows. Dalam pengujian standar, GPU menunjukkan suhu rata-rata 67–68 derajat Celsius yang terbilang normal.

Sensor Tersembunyi yang Hanya Bisa Diakses Alat Internal Nvidia

Masalah baru terkuak saat Gomes menggunakan alat diagnostik internal Nvidia bernama MODS (Modular Diagnostics Software). Alat ini biasanya digunakan pabrikan untuk mengetes GPU sebelum dikirim atau saat proses klaim garansi. Dengan MODS yang berjalan di lingkungan Linux, sensor hotspot yang sengaja disembunyikan oleh Nvidia akhirnya terbaca.

Hasilnya mengejutkan. Hanya dalam beberapa saat setelah diberi beban, suhu hotspot RTX 5070 Ti ini melonjak hingga 107 derajat Celsius. Pada titik tersebut, kartu grafis langsung menurunkan kecepatan clock-nya (throttling) untuk mencegah kerusakan fatal pada silikon. Nvidia sendiri menetapkan 107 derajat Celsius sebagai batas aman tertinggi untuk seri RTX 50.

Penyebab Fisik: Aplikasi Pasta Termal yang Gagal

Setelah membongkar kartu, Gomes dan timnya menemukan penyebab pastinya. Thermal Interface Material (TIM) atau pasta termal yang diaplikasikan pabrik ternyata tidak merata. Pasta menumpuk di tepi core prosesor, sementara bagian tengahnya justru kering dan hampir tidak memiliki kontak termal. Akibatnya, panas tidak bisa disalurkan secara efisien ke heatsink.

Perbaikan yang dilakukan cukup sederhana. Teknisi membersihkan pasta lama dan menggantinya dengan pasta SnowDog Husky. Hasilnya, suhu hotspot langsung turun menjadi 100 derajat Celsius. Meski masih terbilang tinggi, angka tersebut sudah berada di bawah batas aman sehingga kartu tidak lagi mengalami throttling.

Mengapa Nvidia Menyembunyikan Data Suhu Ini?

Keputusan Nvidia untuk menghilangkan pembacaan suhu hotspot dari aplikasi publik seperti MSI Afterburner atau HWiNFO menuai kritik. Pasalnya, pengguna biasa tidak akan pernah tahu bahwa GPU mereka bekerja di ambang batas berbahaya. Alhasil, kerusakan permanen pada silikon bisa terjadi tanpa sepengetahuan pemilik, apalagi jika kartu masih dalam masa garansi dan stiker segel belum rusak.

Pengujian Igor's Lab tahun lalu juga mengonfirmasi adanya "masalah hotspot" pada seluruh lini RTX 50 Series. Mereka menduga penyebabnya adalah kualitas manufaktur PCB yang kurang optimal, ditambah panduan dari Nvidia yang meminta pabrikan untuk melakukan kompensasi berdasarkan kondisi ideal, bukan skenario terburuk.

Dampak bagi Pengguna di Indonesia

Bagi pengguna di Indonesia, temuan ini menjadi pengingat penting. Jika Anda mengalami penurunan performa mendadak atau frame rate yang tidak stabil pada GPU RTX 50 Series, kemungkinan besar penyebabnya bukan hanya driver. Pastikan untuk memeriksa suhu hotspot menggunakan alat yang tepat, atau segera konsultasikan ke pusat servis resmi sebelum garansi habis.

Perlu diingat, meskipun banyak pabrikan mengancam akan membatalkan garansi jika stiker segel rusak, praktik tersebut dianggap ilegal dan tidak dapat ditegakkan di banyak negara, termasuk Amerika Serikat. Namun, untuk amannya, pemilik kartu grafis disarankan untuk tidak membongkar sendiri unit mereka dan langsung mengajukan klaim garansi jika mencurigai adanya masalah termal.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks