KOBA — Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyebut prestasi ini membuktikan kualitas pengelolaan data kependudukan di tingkat desa mampu bersaing secara nasional. “Kita meraih juara dua atau terbaik II nasional yang diwakili Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalanbaru. Ini prestasi yang luar biasa menurut saya dan patut diapresiasi,” kata Algafry di Koba, Jumat.
Proses penilaian berlangsung ketat. Seluruh peserta diseleksi bertahap hingga menyisakan enam besar, kemudian tiga finalis, dan akhirnya menetapkan Bangka Tengah sebagai peraih terbaik II nasional. “Terakhir saya yang langsung ikut presentasi terkait Rumah Dataku, berhasil memasuki babak final dan finis di juara dua,” ujar dia.
Kalah dari Yogyakarta, Sesuai Target Awal
Algafry mengakui hasil ini sudah diprediksi sejak awal. “Kita memang memprediksinya terbaik dua. Terbaik satu memang sangat baik yaitu Yogyakarta,” katanya. Peringkat pertama jatuh ke daerah istimewa yang selama ini dikenal unggul dalam tata kelola pemerintahan berbasis data.
Rumah Dataku Jadi Basis Perencanaan Pembangunan Desa
Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah untuk terus memperkuat fungsi Rumah Dataku sebagai pusat data kependudukan berbasis desa. Data yang terkumpul akan dimanfaatkan dalam penyusunan program pembangunan di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan pengendalian penduduk.
Algafry menargetkan kualitas data yang disajikan melalui Rumah Dataku semakin mutakhir dan mudah diakses. Tujuannya, kebijakan yang diambil pemerintah daerah bisa tepat sasaran sesuai kondisi riil masyarakat di setiap desa. “Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan data kependudukan. Ke depan tentu harus lebih baik lagi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Algafry.
Apa Itu Rumah Dataku dan Mengapa Penting?
Rumah Dataku merupakan program pengelolaan data kependudukan yang dijalankan hingga tingkat desa. Inisiatif ini menjadi basis data terpadu untuk perencanaan pembangunan, bukan sekadar arsip kependudukan biasa. Dengan data yang akurat, pemerintah desa bisa menyusun program bantuan sosial, alokasi anggaran, hingga intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Capaian Desa Tanjung Gunung menunjukkan bahwa pengelolaan data di tingkat akar rumput bisa menjadi contoh nasional. Bupati Algafry menegaskan penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal untuk mendorong desa-desa lain di Bangka Tengah agar mengikuti jejak serupa.