BANGKA BELITUNG — Iran mengancam akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz untuk semua lalu lintas maritim jika terjadi serangan baru dari Amerika Serikat. Ancaman ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang kembali memanas setelah AS melakukan serangan terhadap Iran pada Selasa (7/7).
Ancaman Balasan dengan Rasio Dua Banding Satu
Seorang sumber keamanan yang mengetahui informasi tersebut mengatakan kepada Press TV bahwa Iran juga akan menyerang "target musuh dengan rasio setidaknya dua banding satu." Artinya, untuk setiap target Iran yang terkena serangan, setidaknya dua target musuh akan dihantam sebagai balasan.
"Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya untuk semua lalu lintas maritim jika terjadi serangan apa pun terhadap Iran," kata sumber tersebut, Rabu (8/7).
Serangan Balasan IRGC ke 85 Lokasi Militer AS
Pada Rabu pagi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan telah meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan 85 lokasi militer AS di Timur Tengah. Sasaran tersebut termasuk Pelabuhan Salman, markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.
Serangan ini merupakan respons atas tindakan Komando Pusat militer AS yang sebelumnya menghantam lebih dari 80 target di Iran. Serangan AS itu disebut sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Trump Sebut Nota Kesepahaman dengan Iran Telah Berakhir
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS "mungkin" akan kembali menyerang Iran pada Rabu malam. Trump juga menyatakan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani bulan lalu dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah "berakhir."
Sumber keamanan Iran menegaskan bahwa Teheran tidak akan berhenti mengelola Selat Hormuz dan siap berjuang mempertahankan kendali atas jalur perairan strategis tersebut.
Iran Tolak Pembentukan Rute Baru di Luar Pengawasannya
"Nota kesepahaman yang ditandatangani mengenai masalah ini dengan jelas menyatakan bahwa Iran akan membuka kembali selat tersebut sesuai dengan pengaturannya sendiri. Oleh karena itu, Iran tidak akan mengizinkan pembentukan rute baru di luar kerangka pengaturannya sendiri," kata sumber tersebut.
"Ancaman apa pun akan direspons dengan tegas. Iran tidak membedakan antara Amerika Serikat dan mitranya di kawasan ini," tegas sumber keamanan itu.