PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan surplus kursi dalam penerimaan siswa baru tahun ini. Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Babel, Saipul Bakhri, menyebutkan kuota SPMB untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat berlebih 1.000 kursi dari jumlah pendaftar.
Komitmen Gubernur: Tidak Ada Lagi Anak Tak Sekolah
Saipul menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani. Gubernur berjanji tidak akan ada lagi anak-anak yang putus sekolah hanya karena tidak diterima di sekolah negeri.
"Alhamdulillah, secara teknis proses SPMB jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat tahun ini berjalan lancar. Kita kelebihan kuota 1.000 siswa, sehingga dipastikan seluruh siswa tamatan SMP ini dapat bersekolah di sekolah negeri," jelas Saipul di Pangkalpinang, Rabu (8/7/2026).
Dampak ke Sekolah Swasta: Banyak yang Kekurangan Murid
Di balik kabar gembira bagi siswa, kondisi ini berimbas pada sekolah swasta. Saipul mengakui bahwa dengan kelebihan kuota di sekolah negeri, banyak sekolah swasta di Babel justru kekurangan siswa baru tahun ini.
Pemerintah daerah tidak tinggal diam. "Ini masih dalam proses, dan kita akan segera mencari solusi bagi sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa baru tahun ini," pungkasnya.
Saipul menambahkan, pihaknya memberikan peluang dan akses pendidikan yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua siswa bisa tertampung di satu titik sekolah favorit. Pemerintah mendorong pemerataan distribusi siswa di seluruh sekolah negeri yang ada.