BELITUNG — PT TIMAH Tbk menggelar Bimbingan Teknis Pedoman Pelaksanaan Aspek Standarisasi Usaha Jasa Pertambangan di Grand Hatika Hotel, Tanjung Pandan, Belitung, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menyasar direktur perusahaan jasa pertambangan, mitra usaha tambang, serta Penanggung Jawab Operasional (PJO) yang bertugas di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT TIMAH.
Mengapa Bimtek Ini Penting bagi Mitra Tambang?
Direktur Operasi PT TIMAH Tbk, Handy Geniardi, menyebut kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practices). Selain itu, perusahaan ingin memperkuat kolaborasi dengan mitra usaha serta meningkatkan kompetensi para peserta di lapangan.
“Kelima aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun tata kelola pertambangan yang lebih baik, sehingga setiap kegiatan operasional dapat berjalan sesuai ketentuan, aman, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun para mitra usaha,” ujar Handy dalam sambutannya.
Target Produksi Beriringan dengan Keselamatan Kerja
Handy menegaskan, produktivitas perusahaan tidak boleh berjalan sendiri. Menurutnya, standar keselamatan kerja, kepatuhan terhadap hukum, dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan agar PT TIMAH mampu bersaing di pasar global. Target zero fatality atau nihil kecelakaan fatal menjadi salah satu sasaran utama yang disosialisasikan dalam bimtek tersebut.
Apresiasi Kementerian ESDM: Pembinaan Perkuat Pengawasan
Bimbingan teknis kali ini menghadirkan Sub Koordinator Usaha Jasa Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Sari Taqwiem Ashra, sebagai narasumber. Ia mengapresiasi langkah PT TIMAH yang aktif membina perusahaan jasa pertambangan di wilayah operasinya.
Menurut Sari, pembinaan semacam ini penting untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha terhadap regulasi yang terus diperbarui. “Pengawasan yang ketat dan pemahaman regulasi yang baik akan mendukung tercapainya target produksi serta sasaran zero fatality di lingkungan operasional perusahaan,” ujarnya.
Lima Aspek Fondasi Tata Kelola Tambang
Dalam paparannya, Handy Geniardi merinci lima aspek utama yang menjadi fondasi tata kelola pertambangan yang lebih baik. Kelima aspek itu meliputi kepatuhan regulasi, penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik, penguatan kolaborasi dengan mitra, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta komitmen terhadap keselamatan dan lingkungan. PT TIMAH berharap seluruh mitra usaha yang hadir dapat langsung mengimplementasikan materi bimtek di lapangan.