PANGKALPINANG — Plt. Kepala Dindikbud Provinsi Babel, Saipul Bakhri, menekankan bahwa penguasaan teknologi kini sudah menjadi keniscayaan. Ia menyebut, jika tidak diikuti, Bangka Belitung berisiko tertinggal, terlebih semakin banyak pekerjaan yang tergantikan oleh sistem digital dan kecerdasan buatan (AI).
Mengubah Paradigma Pengguna Pasif Jadi Pencipta
Menurut Saipul, selama ini masyarakat Indonesia cenderung lebih mahir memanfaatkan teknologi namun masih minim dalam menciptakannya sendiri. Paradigma inilah yang ingin diubah sejak dini melalui kehadiran Timedoor Academy.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peresmian Timedoor Academy Pangkalpinang. Ini bagian upaya bersama mencerdaskan anak bangsa agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk berinovasi dan berkreasi,” ujar Saipul dalam sambutannya di Gedung Nasional, Jalan KH. Abdul Hamid No 129 Pangkalpinang.
Kolaborasi Penguatan Kapasitas Tenaga Pendidik
Dindikbud Babel membuka peluang kerja sama dengan Timedoor Academy untuk penguatan kapasitas tenaga pendidik. Hal ini dinilai penting agar guru tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi digital.
“Jangan sampai anak-anak sudah melangkah jauh ke depan, sementara penguasaan teknologi gurunya masih tertinggal di tempat. Kolaborasi ini diharapkan membantu para guru lebih menguasai pembelajaran digital,” tegas Saipul.
Saat ini, pemerintah daerah sendiri telah memasukkan materi literasi digital ke dalam kurikulum sekolah formal hingga jenjang menengah, sebagai mata pelajaran pilihan bertema AI.
Pendidikan Karakter Jadi Landasan Pemanfaatan Teknologi
Meski mendorong kedekatan anak-anak dengan dunia digital, Saipul mengingatkan pentingnya landasan moral dan pendidikan karakter. Teknologi harus dimanfaatkan dengan bijak agar tidak terjadi penyalahgunaan atau hal yang tidak diinginkan.
“Kita tidak ingin anak-anak kita hanya pintar mengakses, tapi harus mampu melahirkan ide kreatif dan inovatif lewat teknologi. Keahlian ini nantinya bisa dipakai memajukan sektor industri maupun memasarkan produk unggulan daerah,” jelasnya.
Pihaknya juga berjanji akan terus memantau pola pendidikan yang diterapkan akademi ini, guna memastikan tercipta keseimbangan sempurna antara penguasaan ilmu pengetahuan (kognitif) dan pembentukan karakter (afektif) siswa.