Pencarian

Wali Kota Pangkalpinang Lantik 169 ASN, 68 di Antaranya Pejabat Administrator: Jabatan Bukan Sekadar Kedudukan

Jumat, 19 Juni 2026 • 20:00:31 WIB
Wali Kota Pangkalpinang Lantik 169 ASN, 68 di Antaranya Pejabat Administrator: Jabatan Bukan Sekadar Kedudukan
Wali Kota Pangkalpinang melantik 169 ASN dengan penempatan berdasarkan profesionalitas dan kompetensi.

PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang Saparudin secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 169 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang pada Jumat (19/6/2026). Prosesi berlangsung di Balai Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang.

Ratusan ASN yang dilantik terdiri dari 68 pejabat administrator, 23 pejabat pengawas, dan 78 pejabat fungsional. Dalam sambutannya, Saparudin menegaskan bahwa penempatan di jabatan baru semata-mata didasarkan pada profesionalitas, pengalaman, serta kelayakan masing-masing pegawai.

Pesan Tegas Wali Kota: Adaptasi atau Tergusur

Saparudin mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah dan tanggung jawab kinerja nyata. Ia menekankan bahwa birokrasi tidak boleh lagi menjadi tempat bagi pegawai yang lamban dan pasif.

“Tidak ada lagi ruang bagi pola kerja lambat, pasif, dan tidak produktif. Segera beradaptasi, pahami tugas pokok dan fungsi, serta pastikan seluruh program berjalan dan memberi hasil nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Rotasi dan mutasi kali ini, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang penyegaran organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Seluruh pejabat diminta melayani dengan cepat, ramah, dan berintegritas tinggi.

Kehormatan Berubah Jadi Kebanggaan Bila Tugas Dilaksanakan Baik

Wali Kota juga menyoroti soal nilai kehormatan dalam sebuah jabatan. Menurutnya, kehormatan tidak diukur dari kedudukan, melainkan dari perilaku dan hasil kerja. Ia mengajak seluruh ASN menghayati nilai inti berakhlak, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“Kehormatan jabatan tidak dilihat dari kedudukannya, melainkan perilaku dan hasil kerja. Kehormatan berubah jadi kebanggaan bila tugas dilaksanakan baik secara teknis maupun moral,” ujar Saparudin.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut bukan sekadar tertulis di atas kertas, melainkan harus diamalkan sehari-hari. Kode etik, kejujuran, kedewasaan moral, serta kemampuan bekerja sama tanpa sekat menjadi syarat utama dalam menjalankan roda pemerintahan.

Proses Mutasi Besar-Besaran: Hasil Evaluasi Matang

Menurut Wali Kota, proses mutasi kali ini cukup besar dan telah melalui perencanaan serta evaluasi matang. Tujuannya agar setiap pejabat ditempatkan di posisi yang tepat sesuai kompetensi. Penyegaran organisasi diharapkan melahirkan semangat baru, kreativitas, inovasi, serta sinergi baik ke atas, sejawat, maupun bawahan.

“Selamat bertugas. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kejayaan bagi kita semua mengemban amanah ini,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: okeyboz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks