BANGKA SELATAN — Dusun Bukit Kundur yang selama ini gelap gulita saat malam tiba, kini mulai terang. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung menyalurkan listrik ke 129 kepala keluarga di kawasan tersebut. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerataan akses energi di daerah terpencil.
Daya Tersambung Capai 214.900 VA, Apa Manfaatnya?
Total daya yang disalurkan PLN untuk 129 keluarga di Bukit Kundur mencapai 214.900 VA. Dengan pasokan ini, warga tak lagi bergantung pada genset atau lampu minyak. Aktivitas ekonomi, seperti membuka warung malam atau mengisi daya ponsel, kini bisa berjalan normal.
Listrik juga membuka akses informasi dan pendidikan. Anak-anak bisa belajar di malam hari dengan penerangan yang memadai, sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan.
PLN: Listrik Jadi Penggerak Ekonomi dan Pendidikan
Manager UP2K Bangka Belitung, Yusmarti, mengatakan program ini bukan sekadar memasang kabel dan tiang. Menurutnya, listrik adalah fondasi untuk meningkatkan produktivitas warga.
“Listrik memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aspek kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, PLN terus berupaya memperluas jangkauan layanan listrik agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata,” ujar Yusmarti dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, kehadiran listrik di Bukit Kundur diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya usaha kecil dan meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di sana.
Komitmen Pemerataan Energi di Wilayah 3T
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Ira Savitri, menegaskan bahwa proyek ini adalah wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah. Pemerataan akses listrik, kata dia, menjadi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program Listrik Desa sendiri merupakan inisiatif berkelanjutan PLN untuk menjangkau dusun-dusun yang sebelumnya belum tersentuh jaringan listrik. Bukit Kundur menjadi salah satu titik terbaru yang berhasil dialiri listrik di Bangka Selatan.