BANGKA — Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Bangka. Antrean tersebut tidak hanya menyulitkan masyarakat yang ingin membeli bahan bakar, tetapi juga memicu kemacetan di ruas-ruas jalan di sekitar lokasi pengisian.
Dua Pemicu Antrean: Harga Pertamax Naik dan Praktik "Ngerit"
Kenaikan harga Pertamax dari Rp 12.000-an menjadi Rp 16.000-an per liter disebut menjadi pemicu utama. Masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM non-subsidi kini berbondong-bondong mengisi Pertalite yang harganya lebih terjangkau.
Namun, polisi menduga ada faktor lain yang memperparah situasi. Oknum tertentu diduga memanfaatkan momen ini untuk membeli BBM bersubsidi secara berulang-ulang atau yang dikenal dengan istilah "ngerit". Praktik ini kerap dilakukan dengan menggunakan jeriken atau kendaraan secara bergantian.
Polisi Panggil Pengelola SPBU untuk Tertibkan Pelayanan
"Kita akan panggil pengusaha/pengelola SPBU untuk ditertibkan. Jangan sampai praktik pengerit BBM ini kembali berulang dan menyebabkan masyarakat sulit untuk mendapatkan BBM," tegas Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, pengelola SPBU memiliki tanggung jawab penuh dalam mengatur antrean dan memastikan pelayanan berjalan tertib. Jika ditemukan kelalaian, pihaknya tidak segan memberikan sanksi.
Tim Khusus Dibentuk, Polisi Dalami Dugaan Penimbunan
Polres Bangka tidak hanya berhenti pada pemanggilan pengelola. Kapolres mengaku telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki adanya dugaan penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi di tingkat pengecer hingga konsumen akhir.
"Kasat Reskrim dan Intel sedang mendalami jika ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.
Polisi juga akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi dampak lebih luas dari antrean ini. Langkah antisipatif lain, jajaran kepolisian diterjunkan untuk bersiaga di setiap SPBU guna mengurai kemacetan dan menjaga situasi tetap kondusif.