Pencarian

Kapolres Bangka Panggil Seluruh Pengelola SPBU, Usut Dugaan Mafia Penimbunan BBM yang Bikin Warga Sulit Dapat Solar dan Pertalite

Rabu, 17 Juni 2026 • 00:00:01 WIB
Kapolres Bangka Panggil Seluruh Pengelola SPBU, Usut Dugaan Mafia Penimbunan BBM yang Bikin Warga Sulit Dapat Solar dan Pertalite
Kapolres Bangka memanggil pengelola SPBU untuk membenahi distribusi BBM yang sulit didapat warga.

SUNGAILIAT — Polres Bangka bergerak cepat mengurai masalah distribusi BBM yang belakangan menyulitkan warga. Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra memanggil seluruh pengelola SPBU di wilayah hukumnya, Rabu (17/6), untuk membenahi sistem penyaluran solar, pertalite, hingga pertamax.

Dua Tim Macan Dikerahkan untuk Usut Mafia BBM

Deddy mengaku sudah mengerahkan dua unit satuan khusus sekaligus: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Intelkam. Keduanya ditugaskan mendalami indikasi penimbunan dan penyalahgunaan distribusi BBM di lapangan.

"Kasat Reskrim dan Intel sedang mendalami jika ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Praktik Pengerit Jadi Biang Kerok Susahnya Warga Dapat BBM

Dalam pemanggilan itu, Deddy menegaskan bahwa praktik culas pengerit menjadi sasaran utama pemberantasan. Ia menyebut oknum ini menjadi biang kerok utama yang membuat masyarakat kecil kesulitan mendapatkan hak mereka atas BBM bersubsidi.

"Kita akan panggil pengusaha atau pengelola SPBU untuk ditertibkan. Jangan sampai praktik pengerit BBM ini kembali berulang dan menyebabkan masyarakat kesulitan," tegas Deddy.

Polisi Desak Pertamina Buka Data Distribusi BBM

Untuk mempersempit ruang gerak oknum nakal, Polres Bangka mendesak Pertamina membuka data distribusi BBM secara transparan. Data itu akan menjadi senjata utama polisi dalam melakukan pengawasan ketat di setiap titik penyaluran.

Selain itu, jajaran Polsek di seluruh wilayah Bangka diperintahkan bersiaga penuh di SPBU yang mengalami kepadatan. Langkah ini untuk mengantisipasi gesekan akibat antrean panjang yang bisa memicu stres para pengendara.

Pengelola SPBU Tak Boleh Lepas Tangan

Deddy mengingatkan bahwa pengelola SPBU memiliki tanggung jawab penuh secara moral dan operasional. Mereka tidak boleh hanya mengejar keuntungan tanpa peduli pada kenyamanan dan keamanan pelanggan.

"Pihak pengelola SPBU harus bertanggung jawab mengatur antrean dan pelayanan dengan baik, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan lancar dan aman," ungkapnya.

Bagikan
Sumber: babel.tribunnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks