TANJUNGPANDAN — Kepala DKPP Kabupaten Belitung, Hamzah, mengatakan pihaknya tidak bisa lagi mengandalkan pola tanam konvensional. Perubahan iklim memaksa petani dan pemerintah bergerak lebih cepat.
Percepatan Tanam dan Pengawasan Ketat di Lapangan
Langkah pertama yang dijalankan adalah percepatan penambahan luas tanam (PLT). Petani didorong untuk segera mengolah tanah dan menanam kembali pasca panen tanpa jeda waktu.
"Kami dorong petani untuk segera melakukan olah tanah dan tanam kembali pasca panen tanpa menunda waktu," ujar Hamzah di Tanjungpandan, Rabu.
Kepastian penyaluran bantuan benih dan pupuk menjadi kunci agar langkah ini berjalan. Tanpa dukungan logistik yang tepat waktu, percepatan tanam hanya akan menjadi wacana.
Brigade Pangan dan Alsintan Modern Dikerahkan
Untuk langkah keempat, DKPP memaksimalkan peran Brigade Pangan. Mobilisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) modern seperti traktor roda empat digenjot agar pengolahan tanah berjalan lebih cepat dan efisien.
Selain itu, tim pengawas dan penyuluh pertanian lapangan diterjunkan secara berkala. Mereka memantau perkembangan luas tanam agar setiap kendala bisa diatasi sejak dini.
"Kami mengoptimalkan lahan potensial yang belum tergarap maksimal agar petani bisa menanam lebih dari satu kali dalam setahun," tambah Hamzah terkait langkah ketiga.
Infrastruktur Air Jadi Penyelamat Saat Kemarau
Langkah kelima yang tidak kalah penting adalah rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak dan pembangunan embung-embung baru sebagai kantong air. Infrastruktur ini dinilai vital untuk memastikan pasokan air ke sawah tetap aman saat musim kemarau tiba.
"Infrastruktur air seperti embung dan pompanisasi ini sangat vital untuk memastikan pasokan air ke sawah petani tetap aman, terutama saat memasuki musim kemarau," tuturnya.
Hamzah berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan kelompok tani mampu menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Belitung secara mandiri.